Ares tercengang mendengar perkataan berani Tante Yuna itu. "Tante, kamu jangan bercanda!" Ares berkata sambil terus memasak, tanpa menoleh, nadanya berat, karena hasratnya. "Siapa yang bercanda, kalo mau lihat saja!" balas Tante Yuna, dengan santai. "Tidak....tidak, berani," balas Erfan, dia memfokuskan matanya ke masakan. Seringai nakal tersungging di bibir Nyonya Yuna. "Ternyata, kamu kurang pemberani yah," ucapnya dengan suara pelan, tapi mengandung ejekan. Mendengar ejekan itu, ekspresi Ares menjadi jelek, dia merasa harga dirinya di injak-injak. "Tante, kamu jangan salahkan aku, jika aku bertindak terlalu jauh!" ucap Erfan, sambil menatap Tante Yuna. "Apa kamu," sebelum perkataan Tante Yuna selesai, dia merasakan pantat gagahnya di remas oleh tangan. Ares menyeringai nakal, tangannya meremas pantat Nyonya Yuna dengan keras. "Kamu!" Tante Yuna menatap dengan tatapan tak percaya, tapi wajahnya tidak malu atau marah, melainkan terlukis hasrat di wajahnya. "Aku b
Terakhir Diperbarui : 2026-01-19 Baca selengkapnya