Stevani semakin kesal, dia bangkit berdiri, hendak pergi. "Sudah lah, aku pergi saja!" ucap Stevani, sambil menghentakkan kakinya. Ares bangkit lalu menahannya, dan menariknya untuk duduk kembali. "Gadis, kamu benar-benar menganggap perkataanku dengan serius," ucap Ares, sambil menggelengkan kepalanya. Stevani menatap Ares, lalu berkata dengan kesal, setelah tau jika Ares hanya menggodanya. "Kamu...pria nakal! berani mempermainkanku," gigi Stevani sangat gatal, ingin menggigit Ares. Ares terkekeh, sambil menyentil kening wanita itu. "Aduh...kamu!" pekik Stevani, sambil mengusap keningnya. "Sudah, habiskan makanan, aku akan mengajakmu ke mall, membeli pakaian oke!" ucap Ares, sambil menatap Stevani. "Jika di traktir aku mau," giliran Stevani, yang menggoda Ares. "Tidak masalah, aku akan mentraktirmu belanja!" Ares tidak pelit, dia sangat rela, membelanjakan wanita, apalagi wanita ini adalah wanita yang harus menjadi miliknya. Mendekati itu, mata Stevani langsung
Última actualización : 2026-01-09 Leer más