LOGINAres adalah seorang pemuda yatim piatu. Saat bayi Ares di temukan dihutan oleh seorang petapa tua, lalu ares dibesarkan oleh petapa tersebut. Ares sangat jenius dalam kultivasi, di masa remaja dia sudah menjadi pemimpin sebuah organisasi besar di negara barat. saat usia 21 thn ares di beri misi oleh petapa tua yang menjadi guru kultivasi nya sekarang, untuk pergi ke negara chine menemukan wanita wanita yang memiliki tubuh spesial. Karena tubuh itulah, Ares bisa mencapai kultivasi tertinggi, dengan 8 wanita yang terus minta jatah padanya!
View MoreBandara Kota Moon Negara Chine.
Seorang pemuda tampan, berpenampilan keren, turun dari pesawat jet pribadi dengan langkah santai, satu tangannya berada di saku celananya, tangannya yang lain memegang ponsel. "Akhirnya sampai juga! katanya di negara ini banyak wanita cantik dengan sosok menggoda, hehe," ucap pemuda itu, seringai nakal tersungging di bibirnya. "Sial, ternyata benar! wanita di sini banyak yang cantik. Aku tidak sia-sia datang kemari, sesuai kemauan pria tua sialan itu!" ucap pria muda itu dengan penuh semangat, sambil menatap para wanita cantik, yang berlalu lalang di area bandara. Pemuda tampan tersebut bernama Ares. Dia seorang pejuang dari negara barat, dan tujuannya datang ke Negara Chine, karena ada misi dari gurunya, untuk menemukan para wanita yang memiliki tubuh spesial. Ares berjalan sampai ke tempat taksi parkir. Dia naik ke taksi tersebut, lalu meminta sopir taksi mengantarnya ke hotel terbaik yang tidak jauh dari tempat tersebut. Sopir taksi itu tidak banyak bertanya, dia langsung melajukan mobilnya. "Aku lupa tidak bertanya, apakah ada anggota organisasi star moon di negara ini," ucap Ares di dalam hati, lalu dia mengirim pesan kepada seseorang untuk menanyakan hal tersebut. Tidak lama ada sebuah pesan masuk, yang memberi tahu Ares jika di negara chine memang ada cabang dari organisasi star moon. "Sial, jika aku tahu lebih awal, aku tidak perlu ribet mencari tempat tinggal! tapi gak papa, sekalian mencari wanita, siapa tau sapat wanita cantik di jalan," ucap Ares dalam hati, seringai nakal tersungging di bibirnya. Organisasi Star Moon adalah organisasi yang didirikan di negara barat oleh Ares dan kakak seperguruan nya. Organisasi tersebut memiliki pengaruh besar di dunia bawah tanah global, kekuatan organisasi tersebut sangat misterius, kekuatan besar lainnya pun selalu mewaspadai organisasi tersebut. Beberapa menit perjalanan, Ares sampai di sebuah hotel bintang 5. Dia turun dari taksi, lalu masuk ke lobi hotel dengan santai. Sampai di resepsionis hotel, Ares langsung memesan kamar yang dia inginkan. "Permisi nona, saya ingin memesan kamar terbaik selama 3 hari!" ucap Ares, sambil menyodorkan sebuah kartu Bank. Resepsionis wanita itu menatap kosong kartu Bank milik Ares, dengan tatapan terkejut, karena kartu Bank tersebut adalah kartu Bank VIP milik Bank Dunia. Di dunia ini, yang memiliki kartu Bank tersebut pastilah orang berpengaruh, dengan harta kekayaan puluhan sampai ratusan triliun. Ares yang melihat Resepsionis wanita itu diam terpaku, dia pun bertanya, "Hey, nona apa ada yang salah?" tanya Ares, keningnya sedikit berkerut. Resepsionis wanita itu sadar kembali. "Tidak tuan muda, tidak ada yang salah! maaf saya hanya terkejut. Jadi total biaya kamar VIP selama 3 hari sebesar 1,2 miliar," ucap Resepsionis wanita itu buru-buru. Ares mengangguk santai, "Silakan, langsung saja selesai pembayaran!" balas Ares. Resepsionis wanita tersebut langsung menyelesaikan transaksi pembayaran, kemudian menyerahkan kembali kartu Bank Ares dan Kunci kamar dengan hormat. Ares berterima kasih, lalu pergi menuju kamar yang telah dia pesan. Melihat kepergian Ares, Resepsionis tersebut langsung menginformasikan tentang Ares, kepada manajer hotel tersebut, bagaimanapun Ares bukanlah orang sembarangan, jika memiliki kesan baik, mungkin hotel tersebut bisa mendapatkan beberapa keuntungan. Sampai di kamar, Ares langsung mandi, karena dia sudah bau matahari. Setelah selesai, Ares mengambil satu botol anggur yang telah di sediakan di dalam kamar, lalu menikmatinya. "Huh, harus ke mana aku mencari wanita, yang disebutkan pria tua itu," ucap Ares, pikirnya mulai berputar memikirkan tujuan inti datang ke negara ini. "Oke oke, jangan terlalu di pikirkan! jika sudah takdirnya pasti ketemu juga!" ucap Ares kembali. Saat Ares sedang bersantai sambil meminum anggurnya. Dia mendengar sebuah ketukan pintu, Di pintu kamarnya. Ares pergi membuka pintu, melihat siapa yang datang. Tok Tok Tok KLEK.. Saat pintu terbuka, Ares melihat seorang wanita cantik, yang memiliki kecantikan dewasa yang matang, dengan lekuk tubuh yang menggoda. Mata Ares, menatap wanita itu dari atas sampai bawah, dengan tatapan panas. Wanita itu yang menyadari tatapan Ares tidak marah sama sekali. "Maaf tuan muda, Saya adalah manajer hotel ini, saya hanya ingin menjumpai tamu terhormat, yang datang ke hotel kami!" ucap wanita itu, senyuman menggoda terlukis di bibir merahnya. "Oh begitu, kalo gitu silakan masuk!" balas Ares, sambil mengundangnya masuk ke dalam kamar. Manajer wanita itu tidak menolak, dia langsung setuju begitu saja. Mereka masuk ke dalam kamar, lalu duduk di sofa di kamar tersebut. "Perkenalkan nama saya Sinta," ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya. Ares buru-buru menyambut uluran tangan wanita itu, sambil memperkenalkan dirinya. "Perkenalkan nama saya Ares Sword," ucap Ares, sambil tersenyum. Cukup lama mereka bersalaman, lalu Ares melepaskan tangan wanita itu dengan sedikit enggan, karena tangan wanita itu sangatlah halus, dan nyaman untuk di pegang. Wanita itu menyeringai penuh arti, melihat tingkah Ares kepadanya. "Jika tuan muda butuh sesuatu, hubungi saya langsung! saya siap membantu kapanpun dan apapun!" ucap Sinta, sambil mengeluarkan kartu namanya. "Jika butuh sesuatu di tengah malam, bagaimana?" Ares melemparkan pertanya ambigu. "Aku akan mempertimbangkannya," jawab Sinta, sambil mengedipkan matanya dengan genit. Ares tersenyum nakal, wanita ini terlalu peka dan gampang tergoda. Ares mengambil anggur dan gelas baru, lalu menuangkan anggur ke dalam gelas, untuk Sinta. "Silakan di minum nona!" ucap Ares, sambil menyodorkan gelas berisi anggur itu. Sinta tidak menolak, dia langsung meminum anggur itu. "Nona aku boleh meminta bantuan?" tanya Ares. "Bantuan seperti apa? mungkin anda ingin bantuan itu sekarang?" tanya balik Sinta. Ares yang tau maksud Sinta, buru-buru menggelengkan kepalanya. "Bukan itu nona! itu nanti saja! aku ingin membeli mobil, apa ada fasilitas hotel yang bisa mengantar saya?" tanya Erfan. "Jika tuan muda mau, saya sendiri yang akan mengantar tuan muda," jawab Sinta, sambil tersenyum. Ares langsung mengangguk tanpa ragu, "Kalo gitu bagus, mari kita berangkat sekarang!" ajak Ares. "Mari tuan muda," balas Sinta. Mereka pergi ke parkiran bawah tanah hotel tersebut, lalu Sinta mengajak Ares masuk ke dalam mobil BMW M2. "Silakan masuk tuan muda!" ucap Sinta. Ares masuk ke dalam mobil, lalu Sinta melajukan mobilnya ke luar dari hotel tersebut. Kurang lebih 20 menit, mereka sampai di sebuah dealer mobil mewah, karena Ares menyuruh Sinta agar membawanya ke dealer mobil mewah. Ares dan Sinta turun dari mobil, kemudian masuk ke dalam dealer. Di dalam dealer para sales menyambut dengan sopan. "Selamat datang Tuan dan Nona, ada yang bisa kami bantu?" ucap salah satu sales wanita. "Nona saya ingin mobil sport dari merek Pagani atau Konigsegg!" ucapan Ares membuat para sales tersebut terkejut. Karena mobil yang di katakan Ares merupakan mobil sport mewah langka, dan memiliki harga fantastis. Para sales itu sadar dari keterkejutannya, mereka memandang Ares dari atas sampai bawah. Saat mereka melihat dengan jelas, penampilan Ares mereka pun tidak berani meremehkannya. Karena pakaian yang di pakai Ares merupakan pakaian dari merek kelas atas. "Kebetulan sekali tuan muda, dealer kami memiliki satu mobil Pagani Zonda edisi terbatas, dan mobil tersebut pun sudah di modifikasi. Apakah tuan muda ingin melihatnya dulu?" salah satu sales wanita itu berkata, dengan sopan. "Tidak perlu melihat! aku akan langsung membelinya!" balas Ares dengan nada santai. Tapi perkataan Ares itu, membuat semua orang terkejut, termasuk Sinta. "Tuan muda, saya akan memanggil manajer dealer terlebih dahulu," ucap salah satu sales, lalu buru-buru pergi.Sampai di luar, Ares pergi ke parkiran mobil, masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya keluar dari tempat tersebut. Suara deru mesin mobil sport yang menggelegar bergema di sepanjang jalan yang di lewati mobil Ares. Ares kembali ke vila. Sampai di sana, Ares melihat ~ mobil milik Stevani sudah terparkir di garasi vila, tandanya wanita itu sudah pulang.Ketika dia masuk ke dalam vila, dia melihat wanita sudah berkumpul di ruang tamu. Bahkan, Tante Siska ada di sana."Sayang, kamu dari mana?" tanya Stevani dengan nada riang."Kepo banget sih..." balas Ares dengan nada main-main, lalu dia duduk di samping Stevani. Tangannya langsung melingkar di pinggang wanita itu."Ih, kok gitu sih!" Stevani cemberut lucu. Melihat ekspresi Stevani, semua wanita tertawa karena merasa geli."Tante, kamu ikut ke sini lagi," ujar Ares sambil menatap Tante Siska."Emangnya gak boleh kalau aku ikut ke sini?" tanya Tante Siska, ada sedikit keluhan di ekspresi wajahnya."Eh, enggak gitu kok tante! bole
"Tante... kamu malah menertawakanku," gerutu Ares dengan nada tak berdaya. "Hihi, maaf... Tante hanya merasa lucu saja!" ucap Tante Yuna. "Oh iya, kenapa Sandra gak bisa ikut?" tanya Tante Yuna. "Dia lagi sibuk! sama kayak tante," balas Ares. "Huh, sayang sekali! kalau janda itu bisa ikut, pasti kamu bisa mencicipinya," ucap Tante Yuna dengan nada main-main. "Tadi siang aku ke kantornya, dia memintaku membantunya menilai barang antik. Tadi, aku hampir saja bisa menidurinya... tapi sayangnya dia ada urusan mendesak," ucap Ares dengan nada lesu. Tante Yuna sedikit terkejut. "Benarkah? walaupun begitu... pasti kamu sudah berhasil dong mendapatkan beberapa keuntungan darinya?" tanya Tante Yuna ingin tahu. Ares menyeringai bangga, lalu dia berkata, "Tentu saja, aku sudah mencicipi tubuh bagian atasnya!" "Aku gak nyangka ~ dia akan semudah itu di taklukkan olehmu," ucap Tante Yuna dengan nada takjub. Setahu dia, temannya itu sulit di taklukkan pria. Setelah dia jadi janda,
Tante Yuna menatap Ares dengan tatapan panas. Senyuman genit itu terlukis jelas di bibir seksinya. "Mau langsung... apa mau di kulum dulu?" tanya Tante Yuna dengan nada menggoda. "Terserah mertua saja," balas Ares sambil memeluk wanita itu, sehingga batangnya bergesekan langsung dengan apem wanita itu. "Langsung aja yah! kalau kelamaan, takutnya... ada yang datang," ucap Tante Yuna menyarankan. "Boleh... gak masalah," Ares langsung setuju. "Tante nungguin yah, aku main dari belakang," lanjutnya dengan nada nakal. Tante Yuna mengangguk setuju. Dia membalikkan tubuhnya, lalu sedikit membungkuk. Tante Yuna menopangkan tangannya di meja untuk menyeimbangkan tubuhnya. "Ayo.. masukin!" udang Tante Yuna dengan penuh godaan. "Oke. Aku masukin yah." Ares memosisikan batangnya di lubang apem wanita itu. Setelah posisinya pas, dia mendorongnya masuk ke dalam sana. "Ahhh... masuk!" Tante Yuna seketika mendesah keras sambil mendongakkan kepalanya saat merasakan benda besar itu me
Ares terkekeh pelan. "Hehe, aku bercanda! aku kesini mau kasih Tante sesuatu!" "Apa itu?" tanya Tante Yuna ingin tahu. Ekspresinya menjadi serius. Ares mengepalkan tangannya di hadapan Tante Yuna, saat tangannya di buka kembali, terlihat sebuah cincin dan gelang tergeletak di telapak tangannya. Mata Tante Yuna membelalak karena kaget. "Ares... cincin dan kalung ini sangat indah! gak kalah indah dari milik Keysha," ucap Tante Yuna. "Hey, ini kalung dan cincin yang sama kayak milik Keysha, hanya saja... desainnya aku ubah sedikit," balas Ares dengan santai. "Jadi... kalung dan cincin yang Keysha pakai, pemberian kamu?" "Iya. Itu pemberianku! cincin dan kalung ini bukan barang biasa... cincin ini sebuah cincin penyimpanan dan kalung ini sebuah kalung perlindungan!" ucap Ares menjelaskan. Mendengar itu, Tante Yuna sangat terkejut dan ragu. "Ares... bukannya... cincin menyimpan sudah langka, kenapa kamu me
Semua orang di dalam aula dipenuhi rasa penasaran. Mereka ingin mengetahui isi video yang membuat Sari begitu histeris. Pada akhirnya, Cantika menatap Ares dan meminta agar video itu diperlihatkan kepada mereka semua. Ares tidak keberatan. Dengan santai, dia memutar ulang rekaman t
Tingkah Tante Yuna itu membuat hasrat Ares kembali mencuat. Ares mendorong wanita itu sampai berbaring terlentang, pahanya di lebarkan, sehingga apemnya itu terpampang jelas. "Mau mulai?" tanya Tante Yuna sambil melempar tatapan menggoda. "Tentu saja, aku gak sabar
Setelah sensasi nikmat itu berlalu, Tante Yuna mencabut batang Ares dari apemnya. "Tante... ayo kita lanjut!" ajak Ares sambil menarik Tante Yuna turun dari tempat tidur, lalu membawanya ke sisi suaminya. "Mau gaya apa yang kamu pakai menantuku?
Ares bisa melihat kerumunan yang sedang menatap ke arah dirinya. Senyuman cerah itu terukir indah di bibirnya.Ares melangkah menghampiri kerumunan yang berada tepat di pintu masuk gedung perusahaan.Melihat Ares yang mendekat, kerumunan langsung membuka jalan untuk Ares.Ares berhenti di depan ker






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews