Tiba-tiba, Dewi ungkapkan sebuah kemungkinan.“Itu nggak mungkin!”Yang mengejutkan, orang pertama yang langsung nolak justru Reza.Ketiga nona kaya itu serempak menoleh, menatap Reza dengan ekspresi terkejut.Reza segera jelaskan, “Pendonor darah itu dan Kak Johan donorkan darah di hari yang sama. Kak Johan sudah donorkan darah ke aku sekali, untuk apa dia donorkan darah lagi untuk kedua kalinya dalam satu hari yang sama? Secara logika, itu nggak masuk akal! Lagian, kalau benar itu Kak Johan, kenapa dia nggak kasih tahu kita? Bukannya itu kesempatan emas untuk cairkan suasana?”Ayu dan yang lainnya rasa penjelasan itu masuk akal.Kalau pendonor darah itu memang Johan, dia pasti sudah besar-besarkan jasanya!Pasti sudah diungkit-ungkit berkali-kali untuk cari pujian!Mana mungkin dia masih bersikap dingin, apalagi bicara kasar ke mereka?Keraguan itu pun perlahan sirna dari benak ketiganya.Kring … Kring … Kring ….Tiba-tiba, HP Fitri berdering. Ternyata ayahnya, Faisal, yang telepon.
اقرأ المزيد