Di belakangnya, dua pria berpakaian hitam bergegas menghampiri, buka payung untuknya.“Aduh, celaka, aku nabrak orang. Dia … dia … dia nggak mati, kan?”Menatap Johan yang tergeletak nggak sadarkan diri, hati Kirana Gunawan serasa seperti terbakar oleh rasa cemas.Dengan tinggi sekitar 170 cm, seluruh tubuhnya pancarkan aura bangsawan. Bahkan kerutan panik di wajahnya pun tampak begitu indah.“Tapi, nona, sekarang kita nggak punya waktu urusi orang lain. Kondisi Tuan Besar sangat kritis, nyawanya mungkin nggak lama lagi!”Salah satu pengawalnya berkata dengan cemas.Dengar itu, Kirana nggak jawab. Ekspresinya justru semakin kacau, bibirnya yang pucat terkatup rapat.“Tapi … dia ….”Kirana tetap nggak bisa merasa tenang. Gimanapun juga, pria ini terluka karena dirinya.“Itu juga nggak bisa dihindari. Siapa sangka ada orang tiba-tiba muncul? Hujannya terlalu deras, kita sama sekali nggak sempat bereaksi.”“Benar, Nona. Kondisi Tuan Besar jauh lebih penting. Paling-paling orang ini bisa d
Baca selengkapnya