Ziana mendekat ke cermin dan menyadari bahwa luka di lehernya sudah diolesi obat. Sementara itu, pita kemejanya, yang seingatnya telah dia tarik berantakan, ternyata kini terikat dengan sangat rapi dan sempurna.Dia bertanya melalui pintu kamar mandi, "Tamara, waktu aku pulang tadi, bajuku ...."Tamara seolah bisa menebak pertanyaannya dan langsung menyahut, "Tenang saja, waktu kamu kembali, semuanya masih utuh. Jangankan baju, simpul pita di dadamu saja nggak berantakan sedikit pun. Pak Vihan memang legendaris, sama sekali nggak tergiur godaan wanita."Ziana tertegun. Tapi dia jelas-jelas ingat kalau dia sendiri yang menariknya .... Tiba-tiba, dia teringat bahwa dia tinggal di asrama karyawan wanita. Meski punya kamar sendiri, saat masuk dan keluar, dia pasti akan berpapasan dengan rekan kerja. Jika dia turun dari mobil seorang pria dengan pakaian berantakan, dia tidak berani membayangkan gosip macam apa yang akan beredar besok.Jadi ... Vihan yang membantu mengikatkan kembali pi
Read more