Leon masih terdiam. Sorot matanya tenang, tetapi pikirannya bekerja cepat, menyusun kalimat yang tidak akan memancing kecurigaan Audrey. Ia membuka mulutnya, hampir saja bersuara ketika nada dering ponsel Michelle memecah keheningan.Keduanya menoleh saat Michelle mengangkat telepon itu. "Ya, Tuan?" Suara wanita itu berubah formal. Lalu, ia terdiam cukup lama, hanya mengangguk beberapa kali. "Baik, akan saya sampaikan. Terima kasih, Tuan." Panggilan berakhir."Ada apa, Kak? Siapa yang menelepon?" tanya Audrey, dengan kening yang berkerut penasaran."Dari Tuan Andrew," jawab Michelle. "Beliau bilang, mobil untukmu sudah disiapkan dan akan diantar besok." Tatapannya lalu beralih pada Leon. "Dan, mulai besok, kau berangkat dengan Leon saja." "Apa? Kenapa begitu?" protes Audrey spontan."Itu keputusan Tuan Andrew," ujar Michelle tegas. "Beliau tahu semua yang terjadi. Termasuk soal Tuan Felix yang melecehkan mu. Jadi, beliau ingin memastikan keamananmu lebih ketat. Tentu saja dengan
Last Updated : 2026-03-03 Read more