Karena tidak mendapatkan petunjuk, akhirnya Leon memilih mundur. Namun, bukan berarti dia menyerah. Justru, ia semakin gencar mencari tempat persembunyian Reymond. Dan kali ini, Leon tidak kembali ke apartemen Audrey, melainkan ke markasnya. Di ruang luas, gelap, dan sunyi. Hanya cahaya redup dari luar jendela yang menerangi sosok Leon yang berdiri tegak, menatap langit malam yang perlahan menggelap. Dari luar, ia tampak tenang, tidak tergoyahkan. Namun, di dalam kepalanya semuanya kacau. Setiap kemungkinan, setiap skenario terburuk, setiap bayangan tentang Audrey, berputar tanpa henti. Rahangnya mengeras, tangannya mengepal di samping tubuhnya. Dia berharap, Audrey baik-baik saja dan, kali ini Ia tidak boleh gagal. TOK! TOK! TOK! Suara ketukan pintu terdengar. Namun, sebelum Leon memberi izin, pintu itu sudah terbuka. Andrew masuk lebih dulu, diikuti beberapa anak buahnya yang mengapit seorang pria. Ia didorong kasar hingga tersungkur di lantai. "Ugh—!" Tubuhnya pria itu pen
Terakhir Diperbarui : 2026-04-10 Baca selengkapnya