Malam harinya, di sebuah gedung terbengkalai yang jauh dari keramaian kota, suasana terasa mencekam. Seorang pria didorong dengan keras hingga tubuhnya menghantam tumpukan kayu. Kayu-kayu itu roboh berserakan, menimbulkan suara gaduh yang menggema di ruangan kosong. "Ugh!" pria itu mengaduh kesakitan, tubuhnya meringkuk di lantai. "A-Ampun, Tuan... Jangan bunuh saya," rintihnya dengan suara gemetar. Sosok di hadapannya melangkah mendekat dengan tenang, lalu berjongkok. Tangannya meraih kartu identitas yang masih tergantung di leher pria itu. "Kau... " gumamnya pelan, membaca tulisan di sana. "Frank, wartawan televisi News." "A-ampun, Tuan!" Frank kembali memohon, tubuhnya semakin gemetar. Sosok itu menatapnya dingin. "Kau tahu siapa aku, hm?" Frank mengangguk cepat. "A-anda, Tuan Andrew dari perusahaan Alexander." Andrew mengangguk pelan, sudut bibirnya terangkat tipis tanpa kehangatan. "Tepat sekali." Ia mencondongkan tubuhnya sedikit, sorot matanya menekan. "Sekarang, kataka
最後更新 : 2026-03-28 閱讀更多