Mendengar perkataannya, aku sedikit merasa lebih tenang.Banyak teman kuliahku juga terjun ke bisnis ekspor-impor, dan memang penghasilannya lumayan besar setiap bulan. Kalau benar seperti yang Clara katakan, meski capek sedikit juga tak masalah, asalkan bisa menikah.Tapi aku tetap tidak langsung mengiyakan."Aku pikir-pikir dulu ya, nanti aku kasih jawaban."Clara mengangguk. Topik itu pun sementara berlalu. Karena tak ada hal lain untuk dibicarakan, suasana di kamar jadi agak canggung."Kak Ardi, aku capek seharian di jalan, jadi aku mau mandi dulu," katanya.Selesai bicara, ia langsung bergegas masuk ke kamar mandi.Sesaat kemudian, suara air mengalir memenuhi udara. Membayangkan pacarku mandi telanjang kurang dari sepuluh meter dariku membuatku sedikit gelisah, jadi aku berpikir untuk menyalakan TV.Namun sudah berkali-kali menekan remote, TV tetap tidak menyala.Aku sempat mengira baterainya habis. Tapi ketika menoleh, aku justru terkejut melihat kaca buram kamar mandi entah seja
Baca selengkapnya