Share

Bab 8

Penulis: Liam
"Mm … kamu cubitnya pelan dikit, sakit …."

Desahan manja seorang perempuan segera terdengar dari kamar sebelah. Aku membelalakkan mata penuh tak percaya, itu suara Clara!

Dia ternyata menyelingkuhiku saat aku tidak ada!

Amarahku meluap. Aku ingin menerobos ke sana dan menangkap basah sepasang bajingan itu, tetapi Elena memelukku dari belakang.

Dia pasti punya alasan untuk menghentikanku. Aku pun menekan amarahku dan mendengarkan suara-suara dari sebelah.

Suara dentuman terus-menerus, derit lantai kayu, serta napas pria yang berat terus masuk ke telingaku.

"Clara, kamu sempit sekali, aku sangat mencintaimu ...."

Pria itu akhirnya bicara. Namun entah kenapa, suara itu terdengar sangat familiar bagiku.

Untuk melampiaskan amarahku yang terpendam, entah sejak kapan Elena berlutut setengah di lantai. Ia membuka resleting celanaku dan mulai melayaniku dengan lidahnya.

Ujung lidahnya yang lembut terus-menerus melingkari titik-titik sensitifku, membuatku menghirup napas tajam, hampir kehilang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tak Sengaja Bertemu Primadona Kampus di Gym   Bab 9

    Sebuah petir seolah menyambar di kepalaku.Akhirnya aku teringat siapa dia sebenarnya! Tak kusangka, orang yang menjebakku ternyata adalah Leo, sahabat sekaligus teman sekamar terbaikku saat kuliah.Setelah lulus, aku masuk kerja di sebuah perusahaan. Sementara dia tidak mendapatkan ijazah sarjana dan hanya memegang surat kelulusan karena terlalu banyak mata kuliah yang tidak lulus semasa kuliah. Sehingga pulang ke kampung halaman dan bekerja sebagai penyortir paket.Kemudian, kami perlahan-lahan tidak saling menghubungi lagi. Kupikir itu karena kami berdua sibuk dengan pekerjaan, tak pernah terpikir bahwa sebenarnya Leo menyimpan dendam karena pekerjaanku jauh lebih baik darinya.Saat ini Elena juga baru selesai mandi. Semua percakapan barusan sudah didengarnya.Sekarang, baru aku ingat.Meskipun Leo memang tidak pandai belajar, tapi wajahnya lumayan dan pandai bernyanyi untuk menghibur perempuan. Jadi waktu kuliah dulu, Elena sempat berpacaran dengannya, meski hanya beberapa hari seb

  • Tak Sengaja Bertemu Primadona Kampus di Gym   Bab 8

    "Mm … kamu cubitnya pelan dikit, sakit …." Desahan manja seorang perempuan segera terdengar dari kamar sebelah. Aku membelalakkan mata penuh tak percaya, itu suara Clara!Dia ternyata menyelingkuhiku saat aku tidak ada!Amarahku meluap. Aku ingin menerobos ke sana dan menangkap basah sepasang bajingan itu, tetapi Elena memelukku dari belakang.Dia pasti punya alasan untuk menghentikanku. Aku pun menekan amarahku dan mendengarkan suara-suara dari sebelah.Suara dentuman terus-menerus, derit lantai kayu, serta napas pria yang berat terus masuk ke telingaku."Clara, kamu sempit sekali, aku sangat mencintaimu ...." Pria itu akhirnya bicara. Namun entah kenapa, suara itu terdengar sangat familiar bagiku.Untuk melampiaskan amarahku yang terpendam, entah sejak kapan Elena berlutut setengah di lantai. Ia membuka resleting celanaku dan mulai melayaniku dengan lidahnya.Ujung lidahnya yang lembut terus-menerus melingkari titik-titik sensitifku, membuatku menghirup napas tajam, hampir kehilang

  • Tak Sengaja Bertemu Primadona Kampus di Gym   Bab 7

    Mendengar perkataannya, aku sedikit merasa lebih tenang.Banyak teman kuliahku juga terjun ke bisnis ekspor-impor, dan memang penghasilannya lumayan besar setiap bulan. Kalau benar seperti yang Clara katakan, meski capek sedikit juga tak masalah, asalkan bisa menikah.Tapi aku tetap tidak langsung mengiyakan."Aku pikir-pikir dulu ya, nanti aku kasih jawaban."Clara mengangguk. Topik itu pun sementara berlalu. Karena tak ada hal lain untuk dibicarakan, suasana di kamar jadi agak canggung."Kak Ardi, aku capek seharian di jalan, jadi aku mau mandi dulu," katanya.Selesai bicara, ia langsung bergegas masuk ke kamar mandi.Sesaat kemudian, suara air mengalir memenuhi udara. Membayangkan pacarku mandi telanjang kurang dari sepuluh meter dariku membuatku sedikit gelisah, jadi aku berpikir untuk menyalakan TV.Namun sudah berkali-kali menekan remote, TV tetap tidak menyala.Aku sempat mengira baterainya habis. Tapi ketika menoleh, aku justru terkejut melihat kaca buram kamar mandi entah seja

  • Tak Sengaja Bertemu Primadona Kampus di Gym   Bab 6

    Clara adalah pacarku.Kami berkenalan lewat acara perjodohan di kampung halaman. Usianya 28 tahun, bekerja sebagai guru TK di kota kabupaten."Kak Ardi, aku sudah sampai di stasiun kereta cepat. Kamu bisa jemput aku sekarang nggak?"Suara Clara dari ponsel seketika membuatku tersadar dan keluar dari pusaran hasrat.Aku dan Clara telah menjalin hubungan jarak jauh selama setengah tahun. Meskipun jarang bertemu, keluarga kami sudah saling mengenal orang tua masing-masing. Pekerjaannya stabil, orangnya juga sederhana, dia memang tipe yang cocok untuk dijadikan istri.Kalau sampai Clara tahu aku berhubungan dengan perempuan lain sebelum menikah, pernikahan ini pasti batal.Aku sungguh bersyukur belum melakukan apa-apa. Elena memang bertubuh seksi dan cantik, tapi jelas bukan tipe perempuan yang cocok untuk membangun rumah tangga."Oke, Clara. Tunggu sebentar ya, aku naik taksi, paling sepuluh menitan sampai."Setelah menutup telepon, aku buru-buru menarik celana. Saat hendak meminta maaf k

  • Tak Sengaja Bertemu Primadona Kampus di Gym   Bab 5

    Seharian itu aku kerja dengan pikiran melayang. Akhirnya tiba juga waktu yang sudah dijanjikan dengan Elena.Keamanan di pintu masuk kompleks sangat ketat, jadi aku diam-diam masuk lewat parkiran bawah tanah gym, berputar cukup lama sebelum akhirnya menemukan gedung tempat Elena tinggal.Baru sampai di depan pintu, samar-samar aku mendengar ada suara musik dan orang berbicara dari dalam.Ada orang lain di rumah Elena? Tapi jelas-jelas dia menyuruhku datang jam ini.Aku berdiri di depan pintu sambil ragu cukup lama, tapi akhirnya memutuskan untuk tetap menekan bel. Kalau memang ada orang lain di dalam, aku tinggal pura-pura salah pintu, bilang mau cari saudara, setidaknya masih bisa beralasan.Pintu terbuka beberapa detik setelah bel berbunyi.Elena tampak berkeringat deras, rambutnya basah dan terurai di bahunya, seperti baru saja selesai berolahraga."Aku kan ada kasih kata sandinya? Kenapa masih pencet bel?"Aku pun menjelaskan bahwa kukira ada orang lain di rumahnya.Elena terkekeh,

  • Tak Sengaja Bertemu Primadona Kampus di Gym   Bab 4

    Saat aku hendak lanjut ke tahap selanjutnya, tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka.Aku sontak menyembunyikan tangan yang memegang tank top ke belakang punggungku, Elena juga panik merapikan dirinya."Ardi, kamu lagi ngapain di dalam? Ada pelanggan di depan, bantu parkirin mobilnya."Itu manajer gym. Sepertinya menyadari aku terlalu lama meninggalkan pos, jadi dia mencariku."Ada tamu yang pinggangnya keseleo, aku bantu dia masuk buat istirahat sebentar. Aku langsung keluar sekarang!"Manajer melirik sekilas ke belakangku. Begitu melihat Elena, dia tidak jadi memarahiku, hanya melambaikan tangan agar aku segera keluar.Aku pura-pura merapikan pakaian. Buru-buru menyelipkan tank top ke pinggang, menutupinya dengan bajuku, lalu kabur keluar.Setelah memarkir mobil pelanggan, aku baru sadar Elena sudah tidak ada di ruang yoga.Saat teringat kejadian tadi terganggu, rasa kecewa di hatiku makin menjadi.Aku masih merasa tidak rela. Siapa tahu Elena sedang mandi? Sambil bekerja di pintu dep

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status