Short
Tak Sengaja Bertemu Primadona Kampus di Gym

Tak Sengaja Bertemu Primadona Kampus di Gym

Oleh:  LiamTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9Bab
8Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Setelah dipecat dari perusahaan, aku kerja jadi satpam di sebuah gym. Tidak terpikir di sini aku bisa bertemu primadona kampus yang selama ini kuimpikan sejak kuliah. Tengah malam, gym kosong tanpa seorang pun. Matanya tampak linglung, penuh hasrat, tubuhnya gemetar penuh kenikmatan. Primadona itu menggenggam tanganku erat, perlahan arahkan alat pijat di tanganku ke area pribadinya ....

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Namaku Ardi, pria lajang berusia tiga puluh tahun yang masih jadi budak korporat.

Beberapa waktu lalu, aku sangat sial dipecat dari perusahaan. Aku tidak ada pilihan selain bekerja jadi satpam di gym sebuah kompleks perumahan mewah di pinggiran kota.

Kalau tidak, aku bahkan tak sanggup membayar uang sewa di kota metropolitan yang setiap jengkal tanahnya mahal ini.

Namun tak pernah terpikir, aku justru bertemu orang yang kukenal di hari pertama masuk kerja.

"Ardi? Kebetulan banget! Nggak nyangka bisa ketemu kamu di sini. Kamu juga tinggal di kompleks ini kah?"

Wajahnya yang polos dan cantik di hadapanku membuat pikiranku sedikit melayang, seolah kembali ke masa muda yang lugu saat masih menjadi mahasiswa.

Aku tertawa canggung. "Bukan, aku ... aku kerja di sini."

Dia memperhatikan seragam satpamku. Sepertinya dia menyadari kecanggunganku, dan tidak melanjutkan pembicaraan.

"Oke, kamu lanjut kerja lah. Aku pergi olahraga dulu."

Dia berjalan melewatiku. Rambutnya yang harum menyapu leherku, membuatku agak geli.

Menatap tubuhnya berayun lembut penuh pesona, bokongnya yang bulat terbungkus celana yoga sedikit bergoyang setiap langkahnya, rasa gairah pun muncul dalam diriku.

Wanita yang berbicara denganku adalah Elena, pujaan hatiku semasa kuliah.

Sebagai primadona jurusan tari, Elena memiliki wajah polos nan manis, tetapi tubuhnya begitu seksi.

Pinggang ramping, payudara bulat dan bokong montok yang seperti buah persik .... Semua ini membuat pria tergila-gila.

Aku berdiri di pintu masuk, sambil menyambut para tamu yang datang dan pergi, sembari mencuri pandang ke arah Elena dengan sudut mataku.

Dia menaiki sepeda statis, bokongnya menonjol tinggi saat dia bergoyang maju mundur mengikuti gerakan mengayuh.

Bentuk tubuhnya yang sudah montok semakin menonjol karena pakaian ketatnya. Terutama payudaranya yang berukuran E-cup, yang seperti akan meledak keluar dari pakaiannya.

Ia sesekali berdiri untuk mengayuh. Payudaranya bergoyang dan berayun mengikuti gerakannya, bokongnya menonjol tinggi, membuat orang ingin meraih kakinya dari belakang.

Kelenturannya juga kelihatannya bagus. Seharusnya bisa dengan mudah melebarkan kakinya dan melakukan berbagai posisi.

Bukan hanya aku, tetapi tatapan banyak pria di gym juga tertarik pada Elena.

Tak lama kemudian, pakaian Elena sudah basah oleh keringat. Napasnya terengah-engah, wajahnya pucat, sepasang alis indahnya berkerut rapat. Tubuhnya terpaksa naik turun mengikuti mesin, kepalanya pun mulai oleng, sepertinya tak sanggup bertahan.

Dia terlihat "dipermainkan" hingga kewalahan oleh mesin itu.

Sampai tatapan memohonnya tertuju padaku, aku baru menyadari ada yang tidak beres dengan alat itu.

Aku segera berlari menghampiri.

"Kecepatan mesin ini diatur terlalu tinggi. Mana mungkin gadis sepertimu bisa kuat tahan?"

Aku buru-buru mencabut aliran listrik sepeda statis itu, barulah Elena berhasil kuselamatkan dari atas sepeda.

Dia membungkuk untuk mengatur napasnya. Belahan dada yang terbentuk oleh kedua payudaranya yang besar tepat berada di depanku. Sedikit gerakan pinggangnya saja bisa membuat pikiran orang melayang.

"Te ... terima kasih ya, Ardi. Ini pertama kalinya aku naik yang begini, untung ada kamu."

Aku menelan ludah, memaksa mengalihkan pandangan dari bagian leher bajunya. Kalau sampai bereaksi di depan primadona, itu benar-benar memalukan!

Tapi tak terpikir, Elena tiba-tiba memegang lenganku. "Aduh, sepertinya punggungku terkilir tadi. Bisa nggak temani aku ke ruang yoga untuk memijatnya?"

Tangannya meluncur ke bawah lenganku, mencengkeram pergelangan tanganku, dan perlahan meletakkan tanganku di pinggangnya.

Merasakan kehangatan tubuhnya di bawah tanganku, aku rasa bagian bawah tubuhku mulai berdenyut.

Aku secara naluriah meremasnya, dan detik berikutnya, aku mendengar desahannya. Tubuhnya yang lembut bersandar di pelukanku. Wajahnya memerah, dia menegakkan tubuh dan menarikku ke ruang yoga.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
9 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status