“Kamu tidak percaya itu hak kamu. Yang penting kami akan berusaha jadi yang terbaik,” jawab Pram. “Jangan coba-coba menghalangi kami, ya. Kami sedang mencoba mengubah pandangan orang pada kami.”“Ooo … jadi itu alasanmu untuk ikut kegiatan ini? Mau memperbaiki nama diri, ya?” Rawi mengangguk mulai memahami tindakan mereka bertiga ini. Pram hanya menatapnya tanpa merespon satu kata pun. Damian, dan Haris pun ikut mengacuhkan kata-kata Rawi itu. Lalu Pram, diikuti Damian, dan Haris melangkah menuju pintu ruang asdos. Ternyata hal yang sama dilakukan oleh Rawi, Kinanthi, dan Dahayu. Mereka berhenti lagi. Suasana mencekam. Ceklek!Pintu ruang asdos tiba-tiba terbuka, dan muncul wajah Kak Brama di sana. Keenam orang yang ada di depan pintu otomatis menoleh. “Eh!” Kak Brama terkejut melihat enam wajah yang muncul di depannya. “Kalian sedang apa di sini? Mau bikin onar lagi ya?” Kini dia bertanya langsung ke Pram, Damian, dan Haris. “Bukan, Brama. Kami mau mengumpulkan berkas pendaftara
Read More