Pak Bagaskara. Bu Krisan, Rawi, Rana, dan Mak Kerti duduk mengelilingi meja makan. Pemandangan yang tidak biasa, tapi suasana seperti ini adalah yang paling nyaman selama Rawi tinggal di desa ini. Biasanya mereka merasa was-was tentang apa saja, bahkan akhir-akhir ini banyak suara-suara barang dilempar mengenai atap atau dinding rumah. Hal itu membuat mereka serumah tegang terus menerus. “Enak tidak masakan ibuku, Mak?” Rana memulai percakapan dengan Mak kerti. “Ha ha ha … dari dulu aku tahu kalau masakan ibumu itu enak, Rana. Selalu jempol!” jawab Mak Kerti terkekeh sambil menikmati setiap suapan yang masuk ke mulutnya. “Terima kasih ya, Bagaskara dan Krisan. Aku boleh menikmati makan bersama kalian. Selama ini aku kesepian.” Wajahnya tiba-tiba meredup. Senyum yang baru saja merekah pun menghilang dari wajah keriputnya. “Sama-sama, Mak. Kami juga senang karena Rawi dan Rana sekarang punya pengganti nenek mereka yang sudah meninggal,” jawab Bu Krisan. “Tapi ada syaratnya, Mak!”
最終更新日 : 2026-03-06 続きを読む