Namun setelah siaran dialihkan secara darurat, Elara tetap duduk tenang menunggu jawaban Vidi. Vidi menatap Elara, mata hitamnya menyimpan kegelapan yang sulit ditebak. Seorang staf berjalan mendekat dan berkata pada mereka, "Pak Vidi, Evelyn, wawancara sudah selesai."Vidi berdiri lebih dulu, lalu tersenyum sopan pada Elara, "Bu Evelyn, saya pamit dulu."Vidi turun dari panggung, sutradara segera maju meminta maaf. Vidi adalah tamu yang tidak mudah diundang, jelas juga bukan orang yang bisa disinggung. Vidi bersikap tenang pada sutradara, "Nggak apa-apa." Di wajahnya sama sekali tidak terlihat amarah.Sutradara memandangnya, orang sebesar itu biasanya tidak menunjukkan emosi di wajah, tapi bukan berarti tidak akan melakukan sesuatu di belakang.Setelah mengantar Vidi keluar studio, sutradara kembali dan menatap Elara sambil bertanya, "Evelyn, kenapa kamu menanyakan hal yang begitu pribadi tadi, bahkan membawa-bawa Deon? Kamu seharusnya tahu siapa Deon itu."Meski tidak puas, nada bica
Leer más