Elara mengusap kepala kecil Elise sambil menjawab, "Masih lama."Elise merebahkan tubuhnya di pangkuan Elara, lalu terus mendesak, "Memangnya kapan?"Melihat sepasang mata Elise yang jernih dan berbinar, Elara menjawab dengan pasrah, "Nanti saat bunga delima bermekaran."Tiba-tiba, dia teringat bahwa hari ketika mengetahui dirinya hamil ternyata bertepatan dengan hari ulang tahunnya.Hari itu, seorang bibi tetangga memberinya setangkai bunga delima. Saat itu, dia memang diliputi kepanikan, kecemasan, dan kegelisahan, tetapi di dalam hati dia juga diam-diam merasa bahagia karena menganggap itu adalah hadiah dari Tuhan.Deon duduk di samping Elara. Elise berlari menghampirinya, lalu bersandar di sisinya sambil bertanya, "Papa, bunga delima mekarnya kapan?"Deon berpikir sejenak, lalu menjawab, "Sekitar bulan Mei."Elise mengangguk. "Kalau begitu nanti Papa harus buat hadiah ulang tahun sendiri untuk Mama."Deon menjawab, "Oke."Namun bagi Elara, ucapan Deon itu sama sekali tidak dia masu
Leer más