Deon bangkit dan melangkah dengan mantap menghampiri Elara. Tatapannya langsung melewati Arizo dan tertuju pada Elara."Ayo, kita pulang." Sambil berbicara, dia mengulurkan tangan menggenggam tangan wanita itu dengan erat. Setelah itu, dia menoleh ke arah Arizo dan berkata, "Pak Arizo, kami pamit dulu."Saat pandangan mereka bertemu, suasana sempat membeku sejenak.Deon pun membawa Elara keluar dari lobi dan masuk ke mobil. Mobil melaju perlahan, segera bergabung dengan arus lalu lintas.Deon menggenggam kemudi. Matanya lurus memandang ke depan saat bertanya, "Jadi, apa rencanamu?"Elara menjawab, "Aku nggak berniat pergi."Mendengar jawaban itu, wajah tampan Deon tetap tanpa perubahan. Dengan nada datar yang sama sekali tak memperlihatkan emosi, dia berkata, "Kalau memang ingin tetap tinggal, ya jangan pergi."Mendengar nada bicara pria itu, Elara hanya terdiam dan tidak menanggapi lagi. Dia memang tidak berniat memberitahukan rencana-rencananya kepada Deon.Vidi akan bekerja sama den
Leer más