Elara melangkah cepat menuju meja resepsionis. Dia melepas kacamata hitamnya, lalu berkata, "Permisi, aku ingin bertemu dengan Deon."Petugas resepsionis langsung mengenalinya. Mereka tentu sudah melihat pengumuman resmi yang dirilis perusahaan, sehingga tidak berani bersikap lalai sedikit pun. "Silakan lewat sini, Nyonya."Mendengar sapaan "Nyonya", sorot mata Elara langsung menjadi lebih dingin, tetapi dia tidak mengatakan apa pun.Petugas itu segera menghampiri dan menggesek kartu akses untuk membuka lift khusus presdir. Tanpa sepatah kata pun, Elara langsung melangkah masuk. Bahkan setelah pintu lift tertutup, petugas resepsionis itu masih tetap membungkuk hormat ke arah lift.Di ruang kantor presdir, Deon menerima telepon dari Vidi."Deon, sebelum mengumumkan hubunganmu dengan Elara ke publik, apa kamu pernah membicarakannya dengan Elara atau menghormati pendapatnya?" Nada bicara Vidi terdengar sangat serius.Namun, Deon menjawab dengan tenang, "Menurutmu masih ada cara yang lebih
Leer más