Gerakan jari Deon di layar terhenti. Dia menoleh ke arah wanita di sampingnya yang menatapnya dengan penuh keraguan, lalu terkekeh pelan. "Kenapa nggak bisa dimakan?"Elara berkata, "Kalau memang nggak bisa masak, nggak perlu memaksakan diri."Senyuman di sudut bibir Deon semakin dalam. "Tenang saja, pasti bisa dimakan."Saat hidangan disajikan, total ada lima lauk dan satu sup. Pangsit seafood kukus siap saji, wagyu panggang, semur sapi dengan kentang, udang tumis, tumis sayuran, serta sup seafood."Papa, wangi banget!"Deon menggendong Elise dan mendudukkannya dengan baik di kursi. "Elise cepat coba. Mamamu tadi meragukan masakan Papa.""Oke." Elise mengambil garpu, menusuk sepotong kentang, lalu meniupnya. Bibir mungilnya yang mengerucut saat meniup kentang. Benar-benar menggemaskan.Setelah kentangnya cukup dingin, Elise memasukkannya ke mulut. Begitu mencicipi rasanya, matanya langsung berbinar. Dia menoleh kepada Elara. "Mama, enak! Cepat coba."Elara duduk di samping Elise, seme
Ler mais