Penderitaan yang dialami Elara sejak kecil hingga dewasa, rasa sakit yang dia tanggung sekarang, juga hari-hari penuh ketakutan yang Vidi jalani selama berada di Keluarga Pramestyo, semua itu tidak berarti apa-apa di mata Vitara.Ketika Vitara mendengar tawa Vidi dari seberang telepon, dia langsung merasa merinding.Dia menyadari perkataannya tadi sedikit keterlaluan dan hendak melunakkan nada bicaranya. Namun, sebelum sempat mengatakan apa pun, terdengar suara Vidi yang dingin dan tegas."Bu, Ibu dan Doreen nggak boleh keluar selangkah pun dari rumah. Tunggu aku pulang. Nanti aku akan membuat kalian mengakui kesalahan kalian dengan baik."Mendengar itu, raut wajah Vitara berubah."Vidi, kamu ...."Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya, Vidi sudah menutup telepon.Setelah itu, dia langsung menghubungi sebuah nomor dan memerintahkan dengan dingin, "Segera kirim orang ke rumah untuk berjaga. Jangan biarkan Doreen dan Nyonya keluar selangkah pun.""Baik."Saat menurunkan ponselnya,
Ler mais