Jakarta yang mendung kini hanya tinggal kenangan di atas sana.Ganaspati tidak lagi terbang.Tubuh barunya terlalu padat. Terlalu berat.Manifestasi fisik yang tercipta dari kegagalan pemurnian Wisanggeni itu kini terikat mutlak pada gravitasi.Ia berdiri di pusat kawah Sektor 7. Asap sisa ledakan masih mengepul, membelit kakinya yang legam.Di bawah pijakannya, tanah merekah. Bukan karena pergeseran tektonik, melainkan karena sebuah kehendak yang memaksa bumi untuk patuh.Sebuah celah menganga. Gelap dan tak berujung.Namun bagi mata Ganaspati—yang kini terdiri dari api emas curian—kegelapan itu justru berkilauan.Itu adalah jalan pulang.Ia melangkah masuk.Gravitasi menariknya jatuh dengan kecepatan gila.Namun, ini bukan kejatuhan yang menakutkan. Baginya, ini adalah pelukan seorang ibu yang menyambut anaknya yang telah lama hilang.Udara berubah drastis dalam hitungan detik.Oksigen Jakarta yang tipis dan berbau polusi lenyap
Last Updated : 2026-02-16 Read more