LOGINRian seharusnya sudah mati dalam kecelakaan maut itu. Namun, sebuah suara purba di ambang maut menawarkan kesepakatan yang mustahil ditolak: Nyawa kembali, namun raga tak lagi milik sendiri. Kini, Rian bangkit dengan api yang membara di nadinya. Ia bukan lagi sekadar buruh logistik, melainkan wadah bagi Wisanggeni—Dewa Api pemberontak yang penuh dendam. Di tengah kepungan organisasi rahasia yang ingin menjadikannya senjata dan ancaman kegelapan yang mulai merayap dari dunia bawah, Rian harus bertaruh. Bisakah ia mempertahankan kemanusiaannya saat jiwa sang Dewa mulai mendominasi? Ataukah ia memang ditakdirkan hanya untuk menjadi sumbu yang menghanguskan dunia? Satu tubuh. Dua jiwa. Satu api yang akan mengubah takdir langit dan bumi.
View MoreAlarm itu tidak lagi berbunyi sebagai peringatan.Ia melengking. Seperti jeritan panjang hewan yang sedang disembelih di atas altar beton.Lampu-lampu indikator Ruang Kendali Strategis BARA yang tadinya biru tenang, kini berkedip dalam ritme merah yang gila.Wajah-wajah para ilmuwan tersiram warna darah. Pucat. Penuh teror.Presisi matematika yang selama ini mereka agungkan di balik dinding steril ini menguap.Hancur.Rian berdiri terpaku di pusat kekacauan.Napasnya berat. Setiap tarikan oksigen terasa seperti menelan serbuk kaca yang mengiris paru-paru.Di dalam kepalanya, Wisanggeni tidak berteriak.Sang Dewa Api justru diam.Keheningan yang mencekam. Seperti laut yang surut drastis tepat sebelum tsunami menghantam daratan."Dia sudah melewati Pintu Delta," suara operator di konsol terdengar pecah oleh statis."Sektor pertahanan otomatis... tidak merespons. Senjata plasma... tidak mempan."Rian menoleh ke layar monitor utama yan
Bau antiseptik itu tidak sekadar tercium.Ia menyerang.Menusuk masuk ke rongga hidung Rian bahkan sebelum kesadarannya pulih sempurna.Di samping telinganya, suara bip dari monitor jantung berdetak dengan ritme yang menyiksa.Setiap dentingnya terasa seperti ketukan palu godam yang menghantam saraf pelipis.Sakit.Rian memaksa kelopak matanya terbuka.Cahaya lampu neon di langit-langit menyambutnya tanpa ampun.Putih yang menyilaukan. Dingin. Tajam.Rian merasa seolah sebilah belati baru saja diputar di dalam pupil matanya.Ia berada di dalam tabung kaca sterilisasi.Kabel-kabel sensor menjalar di dada dan lengannya seperti parasit yang haus informasi.Di balik pembatas transparan, para peneliti dengan pakaian hazmat bergerak gesit.Mereka tidak menatapnya sebagai manusia.Hanya subjek. Hanya angka yang bergerak di layar monitor.Rian mencoba menggerakkan jemarinya.Perih yang membakar segera menyengat.Kulitnya ya
Jakarta yang mendung kini hanya tinggal kenangan di atas sana.Ganaspati tidak lagi terbang.Tubuh barunya terlalu padat. Terlalu berat.Manifestasi fisik yang tercipta dari kegagalan pemurnian Wisanggeni itu kini terikat mutlak pada gravitasi.Ia berdiri di pusat kawah Sektor 7. Asap sisa ledakan masih mengepul, membelit kakinya yang legam.Di bawah pijakannya, tanah merekah. Bukan karena pergeseran tektonik, melainkan karena sebuah kehendak yang memaksa bumi untuk patuh.Sebuah celah menganga. Gelap dan tak berujung.Namun bagi mata Ganaspati—yang kini terdiri dari api emas curian—kegelapan itu justru berkilauan.Itu adalah jalan pulang.Ia melangkah masuk.Gravitasi menariknya jatuh dengan kecepatan gila.Namun, ini bukan kejatuhan yang menakutkan. Baginya, ini adalah pelukan seorang ibu yang menyambut anaknya yang telah lama hilang.Udara berubah drastis dalam hitungan detik.Oksigen Jakarta yang tipis dan berbau polusi lenyap
Sektor 7 bukan lagi sebuah lokasi konstruksi.Tempat itu telah berubah menjadi kawah neraka yang mendenyutkan hawa panas.Rian melesat. Tubuhnya bukan lagi sekadar daging dan tulang.Ada kilatan emas yang membungkus raganya—sebuah manifestasi dari api Wisanggeni yang mulai mengambil alih kesadaran.Dunia di matanya tampak melambat. Debu-debu semen yang beterbangan terlihat seperti partikel diam yang menunggu untuk dibakar.Langkahnya terhenti tepat sepuluh meter di depan sosok itu.Aris.Atau setidaknya, apa yang tersisa dari pemuda itu.Makhluk yang mendiami tubuh Aris meraung. Getarannya cukup kuat untuk meretakkan sisa-sisa beton di sekeliling mereka.Suara itu tidak manusiawi. Tajam dan menyakitkan telinga."Kau menahan apimu, Dewa?"Ejekan itu keluar dari mulut yang sudah tidak lagi simetris.Itu suara Ganaspati.Sebuah simfoni mengerikan antara geraman monster dan rintihan samar Aris yang tertindih di bawahnya.Tumpang tindih. Memuakkan.Ganaspati mengangkat tangan kanan Aris ya
Kompleks Pergudangan Logistik Sektor 4-B.Pukul 02.45 WIB.Jakarta di luar sana mungkin sedang berdenyut, tapi di sini, realitas telah ditekuk.Sebuah tirai kabut hitam menyelimuti area, tipis namun absolut. Oklusi.Teknik tabir milik Sang Kriya ini bekerja sempurna. Bagi warga si
Hening yang mencekik.Rian terdiam.Untuk pertama kalinya sejak ia terbangun dari koma, raga ini melakukan sesuatu di luar kendalinya.Bukan sekadar refleks. Ini adalah pemberontakan sel-sel tubuh.Tangan Rian mengepal kuat. Keras.Suhu di sekitarnya melonjak drastis secara tidak wajar.Di dekat me
Lampu ruang tamu menyala kekuningan, menciptakan bayangan panjang yang seolah merayap di dinding. Aris melangkah masuk dengan bahu yang kaku. Di tangannya, sebuah kantong plastik berisi buah apel dan pir terasa berat. Ia meletakkannya di atas meja kayu dengan gerakan yang sangat hati-hati. Bunyi
Uap teh meliuk di udara. Maya menuangkan cairan kuning kecokelatan itu ke dalam cangkir di depan Rian. Gerakannya hati-hati. Terlalu hati-hati. Uap itu mendadak bergulung lebih cepat saat mendekati jemari Rian. Seolah ada hawa panas tak kasatmata yang menyedotnya masuk. Maya menelan ludah. Ia du






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews