Bagian bawahku terasa panas. Tanpa sadar aku ingin merapatkan kedua kakiku dengan erat.Tiba-tiba lutut Yoga menekuk. Dia mengganjal gerakanku agar kakiku tetap terbuka.Yoga melihatku yang sedang kehilangan kesadaran. Dia langsung menyibak selimutku, lalu seluruh tubuhnya yang panas menindihku dengan sangat kuat.Tangannya membuat gerakan melingkar di punggungku. Dia menunduk dan berbisik lembut di telingaku, "Kak Jessy, aku pelan ya. Jangan bersuara."Aku merasa panik. Aku memang menginginkan laki-laki, tapi suamiku ada di ranjang atas, sahabatku juga ada tepat di samping kami.Jika mereka bangun, semuanya tidak bisa disembunyikan lagi.Aku buru-buru mendorong lengannya. "Kamu ... kamu jangan macam-macam ... cepat bangun, kalau mereka bangun habis kita ....""Nggak apa-apa, aku pelan kok."Yoga sama sekali tidak berniat berhenti. Gerakan tangannya justru makin bertenaga."Jangan, nggak bisa ... terlalu kuat ... ah, nggak bisa ...."Awalnya aku ingin menghentikannya. Namun. tangan Yog
Baca selengkapnya