LOGINDi atas tempat tidur empuk gerbong kereta, aku ditindih pacar sahabatku sendiri hingga kulit kami bersentuhan erat. Seluruh tubuhku terasa lemas tak bertenaga dan aku hanya bisa pasrah membiarkan dia berbuat sesuka hati di atas tubuhku sambil menyulut gairah. Dari ranjang atas terdengar suara dengkuran berat suamiku, sementara telapak tangan besar dan kasar milik kekasih sahabatku menyelinap masuk ke dalam selimutku dan perlahan-lahan menyingkap gaun tidurku ke atas. "Kok kamu sudah basah banget begini ...."
View MoreYoga melihatku tidak menghentikan tindakannya, wajahnya pun tampak sangat gembira. Dia segera menggendongku kembali ke kamar.Seperti serigala lapar menerkam mangsa, dia menekanku keras ke ranjang.Kedua tangannya merobek pakaianku dengan kasar, terus menarikku agar melekat rapat padanya.Sepanjang malam itu, aku merasa seperti perahu kecil di tengah lautan. Aku terus terombang-ambing sambil berpegangan erat pada tubuh Yoga.Hasrat yang sudah lama terpendam akhirnya terpuaskan. Dahaga di padang pasir telah diselamatkan oleh hujan. Yoga memang sekuat yang kubayangkan.Suamiku memiliki tubuh yang agak kurus. Dia tidak terlalu antusias dengan urusan ranjang. Setiap kali di tempat tidur, dia hanya melakukannya sekadarnya saja.Setelah setengah tahun menjalani semuanya, gairahnya sudah jauh berkurang.Yoga-lah yang membuatku kembali merasakan puncak kenikmatan.Setelah satu malam gila, akhirnya aku kelelahan dan langsung tertidur pulas.Saat aku membuka mata kembali, hari sudah berganti eso
Aku dan sahabatku berjalan menyusuri pantai. Tatapan orang-orang di sekitar langsung tertuju pada kami berdua.Terutama para laki-laki. Mereka memandangi seluruh tubuhku dengan berani. Seolah sedetik kemudian mereka akan menerjangku. Gairah yang terang-terangan itu membuatku takut sekaligus berdebar ....Tatapan pria-pria itu seperti pemicu bagiku, membuat tubuhku ikut bereaksi.Kami sampai di titik pertemuan. Ternyata suamiku sudah tidak sabar dan sudah turun untuk berenang.Hanya Yoga yang masih berbaring di kursi pantai sambil berjemur.Aku dan Anita datang menghampirinya. Aku pun merasakan tatapan Yoga tertuju padaku, seperti pria lain, matanya penuh dengan rasa takjub dan gairah.Sahabatku tidak memperhatikan tatapan Yoga. Dia sudah sangat lama ingin ke pantai, jadi begitu sampai, dia segera melepas sepatu dan lari ke laut untuk berenang.Seketika, di area itu hanya tersisa aku dan Yoga berduaan saja.Aku tidak terlalu pandai berenang. Aku tidak berniat turun ke laut, jadi aku dud
Bagian bawahku terasa panas. Tanpa sadar aku ingin merapatkan kedua kakiku dengan erat.Tiba-tiba lutut Yoga menekuk. Dia mengganjal gerakanku agar kakiku tetap terbuka.Yoga melihatku yang sedang kehilangan kesadaran. Dia langsung menyibak selimutku, lalu seluruh tubuhnya yang panas menindihku dengan sangat kuat.Tangannya membuat gerakan melingkar di punggungku. Dia menunduk dan berbisik lembut di telingaku, "Kak Jessy, aku pelan ya. Jangan bersuara."Aku merasa panik. Aku memang menginginkan laki-laki, tapi suamiku ada di ranjang atas, sahabatku juga ada tepat di samping kami.Jika mereka bangun, semuanya tidak bisa disembunyikan lagi.Aku buru-buru mendorong lengannya. "Kamu ... kamu jangan macam-macam ... cepat bangun, kalau mereka bangun habis kita ....""Nggak apa-apa, aku pelan kok."Yoga sama sekali tidak berniat berhenti. Gerakan tangannya justru makin bertenaga."Jangan, nggak bisa ... terlalu kuat ... ah, nggak bisa ...."Awalnya aku ingin menghentikannya. Namun. tangan Yog
Kami berempat membeli satu gerbong kelas ranjang, aku dan sahabatku di ranjang bawah, dua pria di ranjang atas.Suamiku datang lebih dulu, sementara aku berangkat langsung dari kantor.Di jalan macet, sampai di stasiun sudah agak terlambat. Aku tidak sempat ganti baju dan buru-buru berlari kecil.Rok kerja yang kupakai sangat pendek hingga hanya menutupi paha dengan stoking jaring hitam di kaki, serta sepatu hak tinggi merah sepuluh senti yang membuatku memancarkan aura dewi yang menggoda.Sepanjang jalan, tatapan para laki-laki tak lepas dariku. Mereka memandangi lekuk tubuhku yang kencang dengan tatapan penuh gairah yang membuatku merasa tegang sekaligus bergairah.Aku tahu aku cantik dan merupakan wanita idaman para laki-laki. Setiap kali diperhatikan dengan tatapan membara seperti itu aku merasa sangat bersemangat.Di kepalaku bahkan muncul khayalan, seolah aku akan ditindih kasar oleh seorang pria, lalu telapak tangannya yang lebar menjelajah tubuhku ....Karena berjalan terlalu c






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.