"Guru, kepala Guru terbuat dari apa sih?" Miranda mengelilingi Ryan beberapa kali dengan sangat penasaran, sesekali mengetuk-ngetuk kepalanya seperti orang memeriksa semangka di pasar. "Bicara apa kamu?" Ryan menepis tangan Miranda dengan sangat tidak sabar. "Kalau Gurumu tidak punya kemampuan seperti ini, bagaimana mungkin aku layak jadi gurumu?" Setelah berkata begitu ia berbalik dan berjalan pergi dengan langkah yang sangat angkuh. Punggungnya tegap, kepalanya terangkat, seluruh auranya memancarkan rasa puas yang sangat tidak bisa disembunyikan. "Bawa mereka semua." Miranda menoleh ke polisi-polisi yang masih terpana, lalu berlari mengejar Ryan. "Guru! Biar aku antar pulang!" "Tidak perlu." Ryan mempercepat langkahnya. "Setiap kali bertemu kamu, selalu saja ada masalah yang muncul. Lain kali, jangan dekat-dekat aku." "Padahal tadi jelas Guru yang datang sendiri..." Miranda bergumam sangat pelan, nyaris tidak bersuara. Nyaris. "Kamu bilang apa?" Ryan menoleh dengan tatapan
최신 업데이트 : 2026-03-11 더 보기