Pukul tujuh lewat lima belas menit.Sophie Taylor meletakkan pulpen, menumpuk dokumen yang baru selesai di sudut meja, dan menatapnya sebentar. Meski seorang satpam, Sophie ditunjuk oleh manajemen gedung dalam membuat materi promosi gedung.Pekerjaannya kini rampung. Bukan karena dia punya banyak waktu, melainkan karena dia memaksanya selesai sambil menahan air mata yang sudah kering sejak satu jam lalu.Dia mengambil tasnya, berdiri, dan keluar dari ruang satpam tanpa berpamitan. Memang tidak ada yang tersisa untuk dipamiti.Perjalanan ke Grand Monarch Hotel tidak singkat. Sophie naik kereta bawah tanah lebih dulu, turun tiga stasiun sebelum tujuan, lalu mencegat taksi di pinggir jalan. Kombinasi yang tampak aneh bagi orang yang tidak tahu, tapi bagi Sophie ini sudah menjadi kebiasaan lama.Setiap kali menghadiri acara seperti ini, dia tidak pernah tiba langsung dari transportasi umum. Bukan karena malu naik kereta. Tapi karena dia tidak ingin jadi bahan obrolan begitu kaki mele
Read more