Wilson tidak melirik ke kiri sedikit pun.Langkahnya lurus, berhenti tepat di depan Elara Sinclair. Tangannya teruluran dengan gerakan yang terlalu halus untuk disebut biasa."Direktur Sinclair." Senyumnya muncul, hangat dan terkendali. "Saya sudah lama mengagumi arah yang diambil Horizon International. Apakah saya cukup beruntung untuk hadir hari ini?"Elara menyambut tangannya dengan senyum yang sama terukurnya.Pria yang berdiri di sana bukan Wilson yang kemarin memojokkan Celeste di kantornya sendiri. Bukan pria yang melontarkan ultimatum dengan mata sedingin baja. Yang berdiri di depan Elara adalah sosok lain sepenuhnya, elegan, karismatik, dengan kewibawaan yang tampak natural seperti memang lahir di sana.Di barisan staf Thornfield, beberapa orang saling pandang dengan ekspresi yang belum menemukan definisinya sendiri. Bingung, tapi belum sepenuhnya mengerti.Celeste tidak berniat menjelaskan. Tidak ada yang perl
Baca selengkapnya