Keduanya mendongak. Emma Snow berdiri di tepi koridor lantai dua, menunduk ke bawah dengan ekspresi seseorang yang sudah tidak sabar sejak sebelum pintu lift terbuka."Ada apa?" Ryan tidak bergerak dari sandarannya di tiang."Banyak omong. Naik." Emma sudah berbalik sebelum kalimatnya selesai.Ryan mematikan rokoknya di tepi asbak dekat tiang, menepuk bahu David sekali. "Bye."David berdiri sendirian, memandang ke atas lalu ke bawah, dengan ekspresi seseorang yang merasa ketinggalan sesuatu tapi tidak tahu apa. "Kenapa semua orang pergi?"**Ruangan Emma tidak besar. Meja kerja yang baru, nameplate yang masih terlihat terlalu bersih, dan tidak ada sofa di sudut mana pun. Ruangan seseorang yang baru pindah ke posisi baru dan belum sempat atau belum mau mengisi ruang dengan hal-hal yang membuat tempat itu terasa seperti miliknya sendiri.Ryan masuk, menutup pintu, dan dalam satu gerakan santai duduk di atas meja Emma seperti orang yang tidak melihat ada yang salah dengan itu.Emma me
閱讀更多