Mila berbalik dan menatap Cairo dengan tatapan tajam, wajahnya penuh kemarahan. “Gak usah peduliin aku, Cairo,” serunya dengan suara yang dingin. “Bahkan kalau aku mau ONS sama dia, itu bukan urusan kamu,” lanjut Mila dengan nada yang lebih tajam lagi, seolah ingin menantang keputusan Cairo. Cairo terkejut mendengar kata-kata itu, dan untuk sesaat, napasnya terasa sesak. Hatinya dipenuhi rasa sakit yang sulit dijelaskan, juga rasa cemas yang tak bisa ditahan. Ia mendekati Mila dan dengan perlahan menarik tangannya, berusaha membawanya pergi dari tempat itu. “Mila, ayo pulang,” kata Cairo, suara berat dan tidak ingin dibantah. Namun, Mila menarik tangannya dengan cepat, menghempaskan sedikit, lalu menatap Cairo dengan tajam. “Gak usah sok ngatur aku, Cairo,” tegasnya, nada suaranya semakin tajam, memancarkan kebencian yang tiba-tiba muncul. Ia berdiri tegak, menatap Cairo dengan pandangan yang m
Leer más