"Rahasia apa? Coba ceritakan, aku mau dengar apa itu bisa mengancamku sampai aku harus melepaskanmu atau nggak," kataku sambil tersenyum dan mendekatkan bibirku ke bibir Yesica."Dasar nakal, kenapa aku harus memberitahumu? Itu kan rahasiamu. Kalau mau aku bilang, tunjukkan dulu ketulusan Misalnya, lepaskan aku dan bilang beberapa kata manis untuk menghiburku," kata Yesica yang bertele-tele, intinya dia tetap tidak mau memberi tahu rahasia itu."Sekarang bukan saatnya kamu tawar-menawar, aku yang pegang kendali. Mau nggak mau, kamu tetap harus bilang," kataku dengan nada tegas, lalu memukul tubuh Yesica sekali lagi.Yesica langsung berseru dengan kaget, "Sudah sudah. Aku bilang, biar kelak kamu nggak berani mengganggu Kakak lagi."Yesica manyun setelah mengatakan itu, sedangkan aku hanya menatapnya dengan diam dan menunggunya melanjutkan."Hehe. Kamu sering diam-diam mengambil stoking Kakak, 'kan?" kata Yesica sambil tersenyum usil.Tubuhku langsung menegang karena ada rahasiaku yang s
Baca selengkapnya