Teilen

Kemolekan Wanita yang Menggoda
Kemolekan Wanita yang Menggoda
Muriaz

Bab 1

Muriaz
Seorang wanita dewasa yang cantik dan seksi tersangkut di dalam mesin cuci. Dia menggeliat dengan tidak nyaman dan memohon agar aku membantunya. Aku pun langsung mengerti.

Satu tanganku menarik rambut panjangnya, sedangkan tangan lainnya menopangnya. Saat semuanya berjalan dengan indah dan hampir kembali ke jalurnya ....

Seorang ratu kampus yang cemburu tiba-tiba menerobos masuk dan berkata dia juga ingin ikut bergabung dengan permainan seperti ini ....

....

"Bocah nakal, cepat ke sini dan bantu Kakak. Kakak sepertinya tersangkut ...."

Saat terdengar suara yang halus dari kamar mandi, aku segera bangkit dan berlari ke sana. "Kak, ada apa?"

"Bocah nakal, Kakak sepertinya tersangkut di mesin cuci, tolong bantu Kakak. Kalau berhasil bantu, Kakak akan kasih kamu hadiah ...."

Saat aku masuk ke kamar mandi, pemandangan di depan mataku membuatku menarik napas. Dalam sekejap, pikiranku dipenuhi api hasrat.

Saat itu, kakak tetanggaku sedang berlutut dan bertumpu di lantai. Tubuh bagian atasnya masuk ke dalam mesin cuci, sedangkan pinggulnya yang montok terangkat menghadap ke arahku. Namun, itu bukan yang paling penting. Sepertinya dia baru saja selesai mandi dan belum sempat berpakaian, sehingga sebagian besar tubuhnya terekspos di luar.

Pemandangan seperti itu membuat seluruh tubuhku langsung panas.

"Apa yang kamu lakukan? Cepat bantu Kakak. Kakak merasa nggak nyaman banget, lutut juga sakit. Seluruh badan terasa pegal dan gatal ...."

Saat berkata demikian, Kakak menggoyang pinggulnya sebentar seolah-olah memang sangat kesakitan.

Namun di mataku, itu berubah menjadi godaan yang secara terang-terangan. Tahun ini aku sudah berusia 25 tahun, usia di mana hasrat sedang membara. Setiap hari pikiranku penuh dengan wanita cantik dan aku sering menjadikan kakak tetanggaku ini sebagai objek khayalan. Aku membayangkan bermesraan dengannya dalam berbagai situasi dan memperlakukannya dengan liar.

Dulu, kakak tetanggaku ini adalah guru kami. Lekuk tubuhnya sempurna, kulitnya putih bening, dan wajahnya bisa dibilang termasuk kelas atas. Sejak kecil sampai sekarang, entah sudah berapa kali dia muncul di mimpiku dan berkali-kali bermesraan dengannya di dalam mimpiku. Namun di dunia nyata, aku hanya bisa diam-diam mengambil stoking atau pakaian dalamnya untuk dirasakan.

Sekarang, kesempatan yang begitu besar ini berada tepat di depan mataku.

"Ricko, kenapa kamu diam saja? Kamu sudah nggak sayang Kakak lagi ya? Kakak benar-benar merasa nggak nyaman. Cepatlah sedikit. Kalau nggak, Kakak akan membongkar rahasia kecilmu ...."

Saat berkata demikian, Yesica kembali menggoyang pinggul montoknya dan suaranya seolah-olah memiliki daya tarik yang menggodaku. Aku berjalan maju beberapa langkah, lalu berdiri di belakang Yesica dan menatapnya dari atas. Semua pemandangan terlihat jelas di depan mataku. "Kakak, aku datang. Tahan sebentar lagi, aku akan segera mengeluarkan Kakak ...."

Aku berjongkok di belakang Yesica dan tubuhku menempel erat di punggungnya. Aku memegang pinggangnya yang putih dan lembut dengan kedua tangan yang agak gemetar, lalu mencoba menariknya.

"Ah. Jangan, sakit. Kamu sudah menyakiti Kakak. Sepertinya nggak bisa seperti ini. Dada Kakak tersangkut, kamu harus melepaskannya dulu ...," seru Yesica dengan pelan sambil terus menggoyang pinggulnya.

Dalam sekejap, mataku memerah dan seluruh tubuhku bergetar sambil menghirup udara yang berbeda dari biasanya. Tanganku pun merayap ke atas dari punggung Yesica.

Saat aku menyentuh sesuatu yang lembut, Yesica kembali menjerit, "Jangan, Kakak masih sakit. Ambilkan body lotion di samping, tuangkan ke tubuh Kakak. Kalau licin, akan lebih mudah keluar ...."

Aku menelan ludah dan mengambil botol body lotion di samping, lalu membuka botol itu dan menuangkannya ke punggung Yesica. Dalam sekejap, cairan putih kental mengalir di kulit punggung Yesica yang halus.

"Dingin sekali. Cepat ratakan, nanti keburu mengalir dan terbuang sia-sia ...."

Saat mengatakan itu, Yesica menggerakkan tubuhnya yang memikat dan suaranya tetap menggoda.

Aku segera meletakkan botolnya, lalu menaruh kedua tanganku di punggung Yesica menekan cairan putih itu dan mulai mengoleskannya. Namun, entah mengapa, di benakku tiba-tiba terlintas beberapa adegan di film di mana pemerannya mengoleskan lotion ke seluruh tubuh wanita. Oleh karena itu, aku pun meniru gerakan tangan seperti di film itu.

Namun, langsung terdengar suara erangan pelan dari Yesica. "Hmm. Enak sekali. Ah, kamu nakal sekali. Jangan ...."

Aku tenggelam dalam sensasi itu dan gerakanku makin terampil.

Setelah sepuluh menit lebih, lotion itu akhirnya merata di tubuh Yesica.

"Anak nakal, Kakak sudah nggak tahan lagi. Kenapa kamu begitu pandai menggoda wanita? Kakak ingin merasakan sesuatu yang berbeda, kamu mengerti maksud Kakak?" kata Yesica.

Aku yang berjongkok di belakang Yesica pun menyeringai. Sejak awal aku sudah merasa Yesica ini sengaja menggodaku, kini aku benar-benar yakin dia memang sengaja melakukannya. Setelah memastikan hal itu, aku pun menjadi makin berani. Aku langsung mengulurkan tangan kanan dan memukul pinggul montok Yesica dengan kuat.

Dalam sekejap, muncul gelombang goyangan disertai teriakan Yesica. "Ah. Iya, sakit ...."

Saat mengatakan itu, seluruh tubuh Yesica bergetar.

"Kakak, cepat bilang, Kakak memang sengaja menggodaku ya?" kataku sambil tersenyum licik, lalu kembali mengulurkan tangan kiri dan memukul pinggul Yesica dengan lebih kuat lagi.

Yesica pun membalas, "Ah. Apa yang kamu bilang, aku ...."

"Masih nggak mau mengaku? Dasar genit. Apa kamu mau mencoba caraku yang lain?" kataku, lalu kembali memukul Yesica.

Terdengar suara pukulan yang bertubi-tubi di dalam kamar mandi.

"Iya, iya. Kakak memang wanita genit yang khusus menggodamu. Kakak sudah nggak tahan lagi, cepatlah ...," erang Yesica dengan nada menggoda sambil menggoyang tubuhnya.

Aku memiringkan badan dan bergeser ke sisi kiri Kakak, lalu tangan kananku meremas dada Yesica dan mulutku menyentuh sisi bawah payudara kiri Yesica. Sementara itu, tangan kiriku menyibak bagian bawah stokingnya dan mengusap bibir dari vagina Yesica yang berada di balik stoking dan celana dalam.

Gelombang kenikmatan pun menjalar dari tubuh bagian bawah ke kepalaku saat pinggul Kakak secara refleks terangkat dan mendorong ke arah jemariku. Aku membuka mulut lebar-lebar dan mengulum sebagian dada Yesica, lalu lidahku menggesek puting yang menegang. Jari telunjuk tangan kanan menekan puting satunya, lalu melepasnya agar puting itu memantul kembali karena elastisitas.

Saat tangan kiriku sudah terasa lembap, aku tahu saatnya sudah tiba. Aku segera menurunkan celana pendekku dan berlutut di belakang Yesica. Satu tanganku menarik rambut Yesica dan satunya lagi menopang pinggang Yesica yang lembut. "Kak, aku sudah nggak tahan lagi."

Setelah mengatakan itu, kedua tanganku menarik stoking di pinggang Yesica dan langsung menurunkannya sampai ke bawah lutut.
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 8

    Aku akhirnya menemukan jalan tengah, yaitu hari ini berhenti berhubungan dulu. Aku mengangkat tangan dan memberikan isyarat untuk berhenti. "Kalau masih ribut, aku pulang ke sarangku sendiri. Kalian berdua nggak dapat apa-apa."Keduanya langsung terdiam. Mereka saling memelotot sebentar dan mendengus secara serentak, lalu membelakangi satu sama lain.Setelah itu, aku benar-benar pindah ke sana. Kami hanya memakai satu kamar tidur, sedangkan kamar lainnya dibiarkan kosong. Awalnya, mereka berdua memang menolak.Yesica berkata, "Tiga orang terlalu sempit, nanti nggak nyaman."Yenny manyun. "Aku takut ada yang kabur dulu tengah malamnya."Aku mengeluarkan kunci dan mengayunkannya di depan mereka. "Nggak setuju? Besok aku batal pindah. Kalian lanjut saja berdebatnya."Keduanya saling menatap selama tiga detik, lalu meraih kunci itu secara serentak. Pada akhirnya, mereka sama-sama mengalah."Baiklah, satu kamar saja."Sejak itu, aku berlama-lama dan berbahagia di sana sampai lupa rumah. Leb

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 7

    Yenny menjawab, "Hm .... Sudah nggak sakit lagi. Kak Ricko, mulailah ...."Posisi ini terasa sangat luar biasa nyaman saat melakukan penerobosan. Tubuh Yenny yang indah serta otot vagina yang ketat pun membuatku sangat bersemangat.Satu tangan Yenny meraba penis yang terus bergerak masuk dan keluar dari lubang vaginanya, sedangkan tangan yang satunya lagi menggosok payudaranya. "Ah .... Kak Ricko ... enak sekali ... lebih kuat .... Ah .... Aku mau kamu ... Kak Ricko ...."Aku pun berkata, "Sayang, vaginamu ketat sekali ... rasanya sangat enak ...."Beberapa menit kemudian, Yenny sudah hampir mencapai klimaks. "Kak Ricko ... aku ... aku nggak mau begini ... nggak mau kamu di belakangku ....""Kenapa? Nggak nyaman ya?" tanyaku."Bukan .... Aku ... aku mau peluk kamu .... Kak Ricko ... aku mau peluk kamu," jawab Yenny yang sudah hampir klimaks.Untuk permintaan seperti itu dari wanita cantik, mana mungkin aku menolaknya. Namun, begitu aku mengeluarkan penisku, Yenny menghela napas dengan

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 6

    Setelah itu, aku bahkan mengemas barang-barangku dan langsung pindah ke tempat Yesica. Alasan utamanya, hanya ada aku sendiri di rumahku. Semua keluargaku berada di luar kota untuk urusan bisnis dan jarang pulang, sehingga hidupku cukup bebas. Namun, saat aku memberitahu Yesica bahwa aku ingin pindah dan tinggal bersamanya, hal yang tidak terduga justru terjadi.Saat suatu hari aku dan Yesica kembali mengulang adegan di mesin cuci itu, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka dan putrinya Yesica, Yenny, melangkah masuk.Begitu masuk, Yenny langsung memelukku dari belakang dan bibirnya menyentuh telingaku. "Kak Ricko, aku sudah diam-diam melihat dari luar cukup lama. Aku nggak mau mengganggumu, aku hanya ingin pertama kalimu bersamaku. Apa kamu bisa memuaskan keinginanku ini?"Saat merasakan kehangatan dan wangi di telingaku, seluruh tubuhku langsung merinding dan hampir saja kehilangan kendali. Aku terbata-bata karena tidak tahu harus berkata apa. "Ini ....""Ini juga pertama kaliku, aku be

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 5

    Sambil berbicara, Yesica menarik tanganku dan meletakkannya di pahanya.Aku yang tidak tahu harus bagaimana pun asal mencari topik. "Kenapa bisa terpikir alasan terjebak di mesin cuci seperti itu?""Huh. Masih berani tanya. Kakak juga belajar ini dari internet dan beberapa film. Nggak disangka, ternyata manjur," jawab Yesica dengan malu dan tidak berani menatapku."Kalau begitu, Kakak juga kadang-kadang menonton film begitu ya? Kakak kadang-kadang merasa kesepian juga ya?" tanyaku lagi dengan tanpa malu-malu."Tentu saja. Kakak juga wanita normal, pasti punya kebutuhan juga. Apalagi di usia Kakak sekarang. Kamu nggak pernah dengar ya wanita usia tiga puluh seperti serigala dan empat puluh seperti harimau?" kata Yesica sambil bersandar di bahuku dengan wajah yang memerah."Kalau dulu aku mengajukan permintaan, Kakak akan setuju nggak?" tanyaku."Permintaan apa?" tanya Yesica."Misalnya aku bilang aku suka kakak dan ingin bersama kakak, yang seperti ini," kataku sambil menatap Yesica."M

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 4

    "Rahasia apa? Coba ceritakan, aku mau dengar apa itu bisa mengancamku sampai aku harus melepaskanmu atau nggak," kataku sambil tersenyum dan mendekatkan bibirku ke bibir Yesica."Dasar nakal, kenapa aku harus memberitahumu? Itu kan rahasiamu. Kalau mau aku bilang, tunjukkan dulu ketulusan Misalnya, lepaskan aku dan bilang beberapa kata manis untuk menghiburku," kata Yesica yang bertele-tele, intinya dia tetap tidak mau memberi tahu rahasia itu."Sekarang bukan saatnya kamu tawar-menawar, aku yang pegang kendali. Mau nggak mau, kamu tetap harus bilang," kataku dengan nada tegas, lalu memukul tubuh Yesica sekali lagi.Yesica langsung berseru dengan kaget, "Sudah sudah. Aku bilang, biar kelak kamu nggak berani mengganggu Kakak lagi."Yesica manyun setelah mengatakan itu, sedangkan aku hanya menatapnya dengan diam dan menunggunya melanjutkan."Hehe. Kamu sering diam-diam mengambil stoking Kakak, 'kan?" kata Yesica sambil tersenyum usil.Tubuhku langsung menegang karena ada rahasiaku yang s

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 3

    Suasana di dalam ruangan pun tenggelam dalam keheningan.Entah sudah berapa lama waktu berlalu, aku melangkah keluar dari kamar mandi dengan perasaan puas. Saat duduk di sofa, aku baru sadar hari sudah larut malam. Namun kini, aku sama sekali tidak mengantuk, malahan agak bersemangat. Aku bahkan ingin berseru dengan lantang untuk meluapkan kebahagiaan di hatiku.Puluhan menit kemudian, Yesica melangkah keluar dari kamar mandi sambil bersandar di dinding. Dia berjalan ke depanku dengan tertatih-tatih, lalu seluruh tubuhnya menjadi lemas dan langsung jatuh ke dalam pelukanku. Dia mendekatkan bibir merahnya ke telingaku dan berbisik dengan pelan, "Dasar nakal. Kakak sudah baik hati membantumu, kamu malah ...."Aku yang mengerti maksud Yesica pun mengulurkan kedua tangan dan memeluknya dengan erat sampai pipi kami saling bersentuhan."Nggak suka ya? Kalau memang nggak suka, lain kali aku akan lebih lembut ...," kataku yang merasa kasihan pada Yesica juga."Huh. Kakak hanya bilang kamu naka

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status