Teilen

Bab 2

Muriaz
Di bawah cahaya lampu, paha dan bokong Yesica terlihat menyilaukan sampai membuat air liurku hampir menetes. Model celana dalam kakak sangat sederhana dan bagian tepinya disulam lingkaran bunga kecil, menunjukkan keanggunan dan kemurnian pemiliknya.

Aku menarik celana dalam wanita cantik itu ke dalam celah bokongnya yang dalam, lalu mengangkat dan melepasnya perlahan-lahan untuk merangsang vagina Yesica. Lidahku menjilat belahan pantatnya dengan lembut, sedangkan satu jariku maju ke depan untuk menggosok klitorisnya dari balik celana. Pantat kakak pun terangkat ke belakang.

"Ah .... Jangan ... jangan sentuh sana ... nggak boleh ...."

Sebelum Yesica selesai berbicara, hal yang lebih memalukan pun terjadi.

Aku mulai mengusap vagina Yesica yang berwarna cokelat muda, tanpa melewatkan satu lipatan pun dan bahkan mendorong ujung jariku masuk ke kuncupnya.

"Hu .... Bocah nakal ... aku mohon ... jangan .... Hu .... Jangan .... Hu ...."

Sambil menangis, tubuh Yesica bergetar dengan dahsyat seolah-olah ingin mengibaskan keluar jari yang masuk dangkal di lubang pantatnya.

Aku meraba klitoris Yesica yang sudah membengkak. Saat satu jariku menyusup ke lubang daging kecil itu dan mengoreknya perlahan-lahan, wanita cantik itu mulai menyesuaikan diri dengan permainanku. Sepuluh jari kakinya yang ramping tiba-tiba meringkuk ke depan saat terdengar suara becek, lalu kembali membuka menghadap ke belakang.

"Ah .... Cepat menjauh ... ada ... ada sesuatu ...."

Sebelum Yesica selesai berbicara, cairan manis langsung menyembur ke lantai di sampingku.

"Kak, aku nggak menyangka kamu bisa menyemburkan cairan juga," kataku sambil menatap cairan lengket di lantai.

Yesica kembali berkata, "Bocah nakal, aku mohon kamu sayangi aku ...."

"Tenang saja, aku akan sangat lembut," kataku sambil menarik tubuh Yesica dengan kuat. Setelah itu, aku mengambil sebuah bantal dari kamar dan meletakkannya di bawah bokong Yesica yang putih serta halus. Dengan begitu, vagina Yesica terangkat ke posisi yang pas untuk dimasuki.

Yesica menutup matanya dengan tegang, lalu kedua tangannya mencengkeram bahuku yang lebar dan bersiap menerimaku.

Aku memegang penisku dan mengarahkannya ke pintu masuk yang manis itu. Setelah menarik napas dalam-dalam, aku menurunkan pinggulku. Meskipun sudah basah oleh cairan hangat, ternyata jalan masuknya masih sangat sempit dan penisku yang tebal serta panjang hanya bisa masuk sampai sepertiga.

"Hmm ...."

Yesica jelas sedang menahan rasa sakit itu sampai dua butir air mata yang bening mengalir dari sudut matanya yang terpejam.

Aku kembali menekan pinggulku dengan keras, sehingga kali ini penisku masuk sepenuhnya hingga menyentuh bagian terdalam dari vagina Yesica.

"Ah!"

Yesica tersentak karena rasa sakit yang luar biasa. Air mata membasahi seprai di bawah kepalanya dan kuku-kukunya yang tajam menancap, lalu mencabik ke samping hingga meninggalkan beberapa bekas goresan dalam.

Aku hendak mundur, tetapi Yesica mencengkeramku dengan kuat hingga aku langsung berhenti bergerak.

"Bocah nakal ... jangan ... bergerak dulu ...," bisik Yesica sambil terengah-engah.

Aku menatap wajah wanita cantik itu, lalu mengusap dada dan pinggul Yesica dengan lembut. Aku bisa merasakan ada lebih banyak cairan hangat yang mengalir keluar dan otot-otot vaginanya bahkan secara refleks membalut penisku dengan erat sambil menariknya masuk. Aku pun tidak sanggup menahan diriku lagi dan mulai bergerak.

"Ah ... ah ... aku .... Bocah nakal .... Ah ...."

Seiring seruan manja Yesica yang sudah kelelahan, api hasrat membuat penisku yang sudah dalam keadaan siap untuk kembali ereksi.

Luapan perasaan Yesica ternyata lebih kuat dari yang pernah kubayangkan, membuatku merasa sangat nyaman dan puas. Aku sempat berpikir untuk mengeluarkan penisku sebelum menyemburkan sperma, tetapi semuanya sudah terlambat. Sejumlah besar sperma disemprotkan ke rahim wanita cantik yang masih perawan itu, membuatnya gemetar karena kehangatan itu.

Setelah merasa sangat santai, aku pun ambruk dan tertidur ....
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 8

    Aku akhirnya menemukan jalan tengah, yaitu hari ini berhenti berhubungan dulu. Aku mengangkat tangan dan memberikan isyarat untuk berhenti. "Kalau masih ribut, aku pulang ke sarangku sendiri. Kalian berdua nggak dapat apa-apa."Keduanya langsung terdiam. Mereka saling memelotot sebentar dan mendengus secara serentak, lalu membelakangi satu sama lain.Setelah itu, aku benar-benar pindah ke sana. Kami hanya memakai satu kamar tidur, sedangkan kamar lainnya dibiarkan kosong. Awalnya, mereka berdua memang menolak.Yesica berkata, "Tiga orang terlalu sempit, nanti nggak nyaman."Yenny manyun. "Aku takut ada yang kabur dulu tengah malamnya."Aku mengeluarkan kunci dan mengayunkannya di depan mereka. "Nggak setuju? Besok aku batal pindah. Kalian lanjut saja berdebatnya."Keduanya saling menatap selama tiga detik, lalu meraih kunci itu secara serentak. Pada akhirnya, mereka sama-sama mengalah."Baiklah, satu kamar saja."Sejak itu, aku berlama-lama dan berbahagia di sana sampai lupa rumah. Leb

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 7

    Yenny menjawab, "Hm .... Sudah nggak sakit lagi. Kak Ricko, mulailah ...."Posisi ini terasa sangat luar biasa nyaman saat melakukan penerobosan. Tubuh Yenny yang indah serta otot vagina yang ketat pun membuatku sangat bersemangat.Satu tangan Yenny meraba penis yang terus bergerak masuk dan keluar dari lubang vaginanya, sedangkan tangan yang satunya lagi menggosok payudaranya. "Ah .... Kak Ricko ... enak sekali ... lebih kuat .... Ah .... Aku mau kamu ... Kak Ricko ...."Aku pun berkata, "Sayang, vaginamu ketat sekali ... rasanya sangat enak ...."Beberapa menit kemudian, Yenny sudah hampir mencapai klimaks. "Kak Ricko ... aku ... aku nggak mau begini ... nggak mau kamu di belakangku ....""Kenapa? Nggak nyaman ya?" tanyaku."Bukan .... Aku ... aku mau peluk kamu .... Kak Ricko ... aku mau peluk kamu," jawab Yenny yang sudah hampir klimaks.Untuk permintaan seperti itu dari wanita cantik, mana mungkin aku menolaknya. Namun, begitu aku mengeluarkan penisku, Yenny menghela napas dengan

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 6

    Setelah itu, aku bahkan mengemas barang-barangku dan langsung pindah ke tempat Yesica. Alasan utamanya, hanya ada aku sendiri di rumahku. Semua keluargaku berada di luar kota untuk urusan bisnis dan jarang pulang, sehingga hidupku cukup bebas. Namun, saat aku memberitahu Yesica bahwa aku ingin pindah dan tinggal bersamanya, hal yang tidak terduga justru terjadi.Saat suatu hari aku dan Yesica kembali mengulang adegan di mesin cuci itu, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka dan putrinya Yesica, Yenny, melangkah masuk.Begitu masuk, Yenny langsung memelukku dari belakang dan bibirnya menyentuh telingaku. "Kak Ricko, aku sudah diam-diam melihat dari luar cukup lama. Aku nggak mau mengganggumu, aku hanya ingin pertama kalimu bersamaku. Apa kamu bisa memuaskan keinginanku ini?"Saat merasakan kehangatan dan wangi di telingaku, seluruh tubuhku langsung merinding dan hampir saja kehilangan kendali. Aku terbata-bata karena tidak tahu harus berkata apa. "Ini ....""Ini juga pertama kaliku, aku be

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 5

    Sambil berbicara, Yesica menarik tanganku dan meletakkannya di pahanya.Aku yang tidak tahu harus bagaimana pun asal mencari topik. "Kenapa bisa terpikir alasan terjebak di mesin cuci seperti itu?""Huh. Masih berani tanya. Kakak juga belajar ini dari internet dan beberapa film. Nggak disangka, ternyata manjur," jawab Yesica dengan malu dan tidak berani menatapku."Kalau begitu, Kakak juga kadang-kadang menonton film begitu ya? Kakak kadang-kadang merasa kesepian juga ya?" tanyaku lagi dengan tanpa malu-malu."Tentu saja. Kakak juga wanita normal, pasti punya kebutuhan juga. Apalagi di usia Kakak sekarang. Kamu nggak pernah dengar ya wanita usia tiga puluh seperti serigala dan empat puluh seperti harimau?" kata Yesica sambil bersandar di bahuku dengan wajah yang memerah."Kalau dulu aku mengajukan permintaan, Kakak akan setuju nggak?" tanyaku."Permintaan apa?" tanya Yesica."Misalnya aku bilang aku suka kakak dan ingin bersama kakak, yang seperti ini," kataku sambil menatap Yesica."M

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 4

    "Rahasia apa? Coba ceritakan, aku mau dengar apa itu bisa mengancamku sampai aku harus melepaskanmu atau nggak," kataku sambil tersenyum dan mendekatkan bibirku ke bibir Yesica."Dasar nakal, kenapa aku harus memberitahumu? Itu kan rahasiamu. Kalau mau aku bilang, tunjukkan dulu ketulusan Misalnya, lepaskan aku dan bilang beberapa kata manis untuk menghiburku," kata Yesica yang bertele-tele, intinya dia tetap tidak mau memberi tahu rahasia itu."Sekarang bukan saatnya kamu tawar-menawar, aku yang pegang kendali. Mau nggak mau, kamu tetap harus bilang," kataku dengan nada tegas, lalu memukul tubuh Yesica sekali lagi.Yesica langsung berseru dengan kaget, "Sudah sudah. Aku bilang, biar kelak kamu nggak berani mengganggu Kakak lagi."Yesica manyun setelah mengatakan itu, sedangkan aku hanya menatapnya dengan diam dan menunggunya melanjutkan."Hehe. Kamu sering diam-diam mengambil stoking Kakak, 'kan?" kata Yesica sambil tersenyum usil.Tubuhku langsung menegang karena ada rahasiaku yang s

  • Kemolekan Wanita yang Menggoda   Bab 3

    Suasana di dalam ruangan pun tenggelam dalam keheningan.Entah sudah berapa lama waktu berlalu, aku melangkah keluar dari kamar mandi dengan perasaan puas. Saat duduk di sofa, aku baru sadar hari sudah larut malam. Namun kini, aku sama sekali tidak mengantuk, malahan agak bersemangat. Aku bahkan ingin berseru dengan lantang untuk meluapkan kebahagiaan di hatiku.Puluhan menit kemudian, Yesica melangkah keluar dari kamar mandi sambil bersandar di dinding. Dia berjalan ke depanku dengan tertatih-tatih, lalu seluruh tubuhnya menjadi lemas dan langsung jatuh ke dalam pelukanku. Dia mendekatkan bibir merahnya ke telingaku dan berbisik dengan pelan, "Dasar nakal. Kakak sudah baik hati membantumu, kamu malah ...."Aku yang mengerti maksud Yesica pun mengulurkan kedua tangan dan memeluknya dengan erat sampai pipi kami saling bersentuhan."Nggak suka ya? Kalau memang nggak suka, lain kali aku akan lebih lembut ...," kataku yang merasa kasihan pada Yesica juga."Huh. Kakak hanya bilang kamu naka

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status