Senja berdiri kaku di depan pintu, mata tak bisa lepas dari Arion yang berdiri dengan jas hitam, tampilan profesional yang jauh berbeda dari pria yang ia temui di bar malam kemarin. Tara menyelipkan lengan ke sampingnya, "Senja, kamu baik-baik aja? Wajahmu pucat banget."Senja cuma bisa mengangguk, hati berdebar kencang. Ini nggak mungkin, ini nggak mungkin... Kilas balik malam itu tiba-tiba muncul lagi — Arion yang memeluknya, bibir mereka yang bertaut — dan ia merasakan malu yang menyelimuti badannya.Arion memutar badan, matanya sebentar menyoroti Senja sebelum berkata, "Siapa yang mau pertama?" Suaranya dingin, seolah tidak mengenalnya. Tapi Senja melihat ke dalam matanya — ada sesuatu yang tersembunyi, sesuatu yang membuat ia bingung."Kamu – yang rambutnya kayak beringin," Arion memutuskan, menunjuknya dengan senyum tipis sebelum kembali ke ruangan.Tara menyenggol, "Senja, kamu dipanggil," memperingatkan temannya yang sedari tadi melamun."Ah," gumam Senja."Kamu disuruh mas
Last Updated : 2026-01-21 Read more