"Jangan... sentuh... kotor...""Bodo amat! Bapak mau protes kebersihan atau mau napas?!"Citra menyeret tubuh bongsor Elang sekuat tenaga. Berat badan pria itu tidak masuk akal, seperti menyeret kulkas dua pintu yang sedang korslet.Tapi pengalaman mengangkat galon air ke lantai tiga di kosan dulu, memberinya otot punggung yang solid.Mereka masuk ke kamar mandi utama. Ruangan itu lebih mirip lobi hotel bintang lima daripada tempat membersihkan diri. Marmer hitam, aksen emas, dan wangi eukaliptus yang mengejek situasi panik ini.Citra mendorong Elang masuk ke bilik shower kaca. Pria itu limbung, menabrak dinding transparan. Napasnya memburu, wajahnya bengkak merah mengerikan.Citra menekan panel dinding. Hening. Hanya ada suara robot wanita yang sopan tapi menyebalkan."Selamat pagi, Tuan Elang. Silakan login untuk mengatur preferensi suhu.""Persetan sama preferensi!"Citra menekan layar sentuh itu berkali-kali. Minta sandi. Minta verifikasi suara. Elang sudah merosot ke lantai, menc
Last Updated : 2026-01-21 Read more