“Tante, kulitmu benaran terawat sekali. Aku lihat di meja rias ada botol minyak esensial, Tante sering pakai?”“Mulutmu manis sekali, pintar sekali merayu. Tapi kamu benar, tante memang rutin pakai minyak esensial. Dulu, tante suka pergi ke spa, tapi pijatan mbak-mbak di sana kurang terasa, nggak enak sama sekali,” jawab Tante Shinta dengan santai.“Kalau begitu, sekarang biar aku yang memijat tante dengan minyak, tapi tante harus melepas bajunya dulu,” godaku dengan maksud terselubung.“Dasar nakal, mau cari kesempatan lagi? Ya sudahlah, hari ini tante pasrah saja, terserah kamu mau apain.”Mendengar itu, aku bersorak dalam hati. Aku segera mengambil minyak tersebut, lalu dengan hati-hati menyingkap baju atasannya. Tante Shinta merenggangkan badannya dan baju longgar itu pun merosot jatuh dari bahunya.Kemudian, aku menarik celana panjangnya. Dia menoleh dengan ekspresi malu-malu dan berkomentar, “Ini juga harus dilepas?”“Tentu saja, seluruh tubuh mau diolesi minyak,” jawabku tegas s
Read more