Di bawah seranganku yang perkasa, Jena segera menyerah tanpa syarat.Namun, aku sendiri belum selesai!Aku meminta Jena untuk terus membantuku, tapi dia menjawab, “Jangan… nggak boleh… aku harus belajar sekarang.”Sambil bicara begitu, dia pura-pura meronta untuk melepaskan diri.“Iya, iya, kamu belajar saja, biar aku urus bagianku,” jawabku sambil mengikuti kemauannya, padahal aku sedang berpikir untuk mengubah posisinyaJena paham maksudku dan akhirnya dia menuruti keinginanku.Setelah posisi kami pas, dia menoleh dan bermanja lagi, “Waktu aku belajar, kamu nggak boleh nakal, ya.”Lalu, dia tersenyum manis dan mulai berpura-pura menulis dengan pulpennya.Aku pun berpikir, sebenarnya hari ini siapa yang menjadi guru? Siapa yang harus patuh? Jadi, aku sengaja menggertak dengan suara berat, “Jena, tugasmu hari ini belum selesai. Kamu harus mengabaikan semua gangguan dan menyelesaikan salinan esaimu!”“Baik, Pak Gaius,” jawab Jena dengan santai, dia bahkan sengaja mengangkat pinggulnya s
Read more