Short
Jangan Pernah Mengusik Istri Sahabat

Jangan Pernah Mengusik Istri Sahabat

Oleh:  UnguTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
12Bab
2Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Dengan alasan ingin memberi bimbingan belajar, aku membiarkan tunangan sahabat masa kecilku duduk di pangkuanku. Bukannya menolak, tunangannya malah…. Begitu keluar dari kamar Jena, aku berpapasan dengan ibu sahabatku. Dia tampak sexy, dewasa dan menggoda, benar-benar penuh pesona. Ibunya menatapku, lalu memberiku senyuman penuh makna.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Jena, tunangan sahabat masa kecilku, akhir-akhir ini sibuk persiapan ujian masuk S2, tapi nilai bahasa inggrisnya tak kunjung lulus. Dia pun meminta bantuanku untuk mengajarinya.

Kebetulan saat kuliah dulu, aku punya sertifikat bahasa inggris level 8, jadi mengajari tunangannya tentu bukan masalah besar.

Apalagi Jena adalah primadona kampus yang sangat cantik. Jadi, aku pun langsung menyetujuinya dengan senang hati.

Malam harinya, dengan membawa beberapa buku panduan bahasa inggris, aku pergi ke rumah Robin.

“Eh, Gaius? Ayo, masuk.”

Sapa Tante Shinta, ibunya Robin sambil tersenyum lebar saat membukakan pintu.

Setiap kali melihat ibunya Robin, aku selalu merasa darahku mendesir.

Namanya juga orang kaya, pintar merawat diri.

Meskipun sudah kepala empat, wajah, kulit dan bentuk tubuhnya masih terjaga dengan sangat baik. Tubuhnya berisi, tapi tidak gemuk. Dia sering memakai atasan sutra hitam ketat dengan celana katun yang pas di badan, menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sangat sempurna.

Dulu, dia adalah kembang desa yang terkenal di kota kami, wajahnya mirip dengan artis yang terkenal cantik.

Karena ayah Robin kaya, dia pun berhasil mendapatkannya.

Sekarang di usia segini, mungkin ayah Robin sudah jarang menyentuhnya lagi.

Setiap kali berduaan dengan pria tampan, Tante Shinta selalu menunjukkan sisi genitnya. Bukan hanya memperlihatkan pesonanya seperti masa muda dulu, tapi juga membuat orang berandai-andai.

Tante Shinta menarik tanganku masuk ke dalam rumah.

Tarikannya membuatku hampir tersungkur ke pelukannya. Seketika, aku mencium aroma harum tubuhnya yang membuat pikiran jadi melayang.

Tanpa sadar, aku berkata, “Tante wangi sekali.”

Tante Shinta melirik sambil tersenyum, “Dasar nakal, mau coba ambil kesempatan dengan Tante?”

Dengan polos, aku menjawab, “Iya, mau.”

Tante Shinta mencubit hidungku pelan dan berkata, “Kalau mau, sering-seringlah main ke sini.”

Aku hanya bisa terdiam menatap lekuk tubuhnya yang mempesona, tak mampu berkata-kata.

Tante Shinta tertawa kecil, lalu mencubit telapak tanganku dengan lembut dan berkata, “Sudah, masuklah. Mereka sudah menunggu di dalam.”

Keluarga Robin memang sangat akrab denganku. Mereka tahu aku sering membantu Robin, jadi setiap bertemu mereka selalu bersikap hangat dan santai. Itulah kenapa meskipun aku sempat bertingkah agak kurang ajar tadi, Tante Shinta pun tidak keberatan.

Aku mengangguk, lalu dengan perasaan yang masih tak karuan, melangkah masuk ke kamar Robin.

Di dalam kamar, ternyata Robin dan Jena sedang asik bercanda di atas ranjang.

Sepertinya Jena baru selesai mandi, dia hanya mengenakan gaun tidur pendek berwarna krem. Kedua tangannya ditahan oleh Robin dalam posisi terlentang di kasur. Dia berteriak pelan sambil terus menendang-nendangkan kakinya ke atas.

Gara-gara posisi itu, gaun tidurnya tersingkap sampai ke pinggang, memperlihatkan bagian bawah tubuhnya yang mulus.

Aku terbelalak melihatnya. Wah, ternyata Jena tidak memakai celana dalam!

Seiring dengan gerakan kakinya yang meronta, pemandangan menggoda itu kadang tertutup dan kadang terlihat jelas, samar-samar, tapi memukau. Begitu indah hingga sulit diungkapkan, seolah memanggil dan merayuku.

Napasku mulai memburu. Aku terpaku di tempat menyaksikan kejadian itu.

Jena yang menyadari kehadiranku, wajahnya langsung memerah. Dia segera berkata pada Robin, “Jangan main lagi, Gaius sudah datang!”

Mendengar itu, Robin langsung berdiri dan menatapku sambil menyengir.

Saat Jena bangun dan berlari menuju kamar mandi dengan malu-malu, aku kembali melihat dengan jelas bahwa dia juga tidak memakai bra.

Bentuk tubuhnya yang indah menonjol di balik gaun, bergoyang-goyang saat dia bergerak. Benar-benar sangat menggoda!

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
12 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status