Erika duduk di samping putriku, memegang tangannya dan berkata, "Aku dan Paman nggak melanggar hukum, juga nggak melanggar moral. Kami berdua melakukannya atas dasar suka sama suka.""Apa kamu tega melihat ayahmu menderita? Dia nggak punya istri dan sudah lama menahan dirinya.""Apa kamu lebih suka dia pergi ke tempat prostitusi? Itu malah jauh lebih buruk, ‘kan?""Kebetulan aku juga punya keinginan, dan kami berdua saling tertarik pada satu sama lain."Mendengar ucapan Erika, putriku akhirnya mengangkat kepalanya. Matanya semakin memerah, dan dengan nada menuntut dia bertanya, "Lalu, setelah ini aku harus memanggilmu apa? Temanku, atau ibu?"Ternyata di sinilah letak ganjalan di hatinya, dia sulit menerima kenyataan ini secara sosial. Ketika Erika menjawab, "Kami ‘kan belum menikah, kita tetap teman baik." Aku segera menarik Erika keluar dari kamar.Aku berkata pada putriku, "Tenangkan dirimu dulu."Setelah aku dan Erika kembali ke kamar, dia mengerucutkan bibirnya dan mengomel deng
Baca selengkapnya