Namun, baru saja aku melangkah keluar pintu, pintu rumah sudah terbuka. Dua orang keluar dari sana satu tinggi dan satu pendek, seorang pria dan seorang wanita. Aku mengerjapkan mata untuk memastikan siapa yang datang.Ternyata Gery yang datang! Di sampingnya, berdiri putrinya, Lulu. Begitu melihatku, Gery yang tampak murka langsung mencengkeram kerah bajuku dan merangsek maju dan hendak memukulku."Bajingan, Morgan! Apa yang sudah kamu lakukan pada putriku?!"Aku menyentak tangannya hingga terlepas dan membalas dengan kemarahan yang sama besarnya. "Kamu masih berani cari gara-gara denganku? Memangnya kamu nggak sadar apa yang sudah kamu lakukan sendiri, hah?"Mendengar keributan itu, Meisya keluar dari rumah. Dia menatap kami dengan heran dan bertanya dengan hati-hati, "Paman Gery, kenapa Paman ke sini? Apa yang kalian lakukan di sini?"Melihat Meisya, Gery langsung bertanya padanya, "Kamu datang di waktu yang tepat. Ayo, katakan padaku, apa aku melakukan 'hal itu' padamu?"Meisy
Baca selengkapnya