Hari Minggu itu, suasana di apartemen Raisa terasa jauh lebih hidup. Sejak pukul sembilan pagi, bel pintu sudah berbunyi, di sana sosok Abimanyu yang berdiri tegap dengan senyum lebar. Di kedua tangannya, ia menjinjing kantong-kantong besar berisi bahan makanan segar."Selamat pagi, Dokter Raisa!" sapa Abi ceria."Om Abi!" Arkan dan Aira berlari dari ruang tengah, menyambut pria itu seolah-olah dia adalah pahlawan yang membawa harta karun."Wah, Jagoan dan Tuan Putri sudah siap membantu Om jadi koki?" tanya Abi sambil meletakkan kantong-kantong belanjaan di atas meja dapur.Raisa hanya bisa menggeleng sambil tersenyum. "Abi, kamu bawa belanjaan sebanyak ini seperti mau buka restoran di rumahku.""Hari ini temanya adalah 'Hari Manjakan Raisa'," bisik Abi saat melewati Raisa menuju dapur. "Kamu duduk saja, biar aku yang ambil alih dapur."Aroma mentega, bawang putih, dan bumbu bistik mulai memenuhi ruangan. Abimanyu tampak sangat luwes di dapur, dibantu oleh "asisten" kecilnya. Ar
Magbasa pa