Begitu mereka melewati gerbang besar istana, Madeleine menghela napas panjang, seolah baru saja lolos dari maut. Namun, Lucas tidak membiarkan hal janggal itu berlalu begitu saja. Ia berbalik memandang kepala pengawal yang berjaga di gerbang dalam.“Kau,” panggil Lucas. Sang kepala pengawal itu segera membungkuk hormat, wajahnya menegang melihat kilat kemarahan di mata Lucas. “Iya, Yang Mulia?”“Ambil dua kelompok pasukan. Sisir seluruh area luar gerbang, terutama di sekitar pohon besar dekat jembatan. Jangan biarkan satu celah pun terlewat,” perintah Lucas tajam. "Kalau menemukan orang yang mencurigakan, bawa hidup-hidup ke hadapanku. Kalau dia melawan—" ia berhenti sejenak, "—kalian tahu apa yang harus dilakukan."“Siap, Yang Mulia! Segera laksanakan!”Para pengawal itu segera bergerak dengan derap langkah yang teratur dan cepat, menciptakan kegaduhan kecil yang justru membuat Madeleine merasa sedikit lebih aman. Lucas berbalik. Pandangannya jatuh ke tangan Madeleine yang
Leer más