Madeleine menjerit, tapi suaranya langsung tenggelam oleh geraman rendah yang mengerikan dari atas lubang.Ia tidak bisa melihat apa yang terjadi di atas sana. Hanya suara hantaman keras, gesekan tanah, suara pekikan kuda, dan auman binatang yang terdengar jelas di telinganya. Madeleine meremas jemarinya sendiri, jantungnya berpacu hebat. Ketakutan menyergapnya, tapi kali ini bukan karena nyawanya sendiri, melainkan karena ia berharap Lucas selamat.Suara geraman binatang itu tidak lagi terdengar menakutkan dibandingkan keheningan yang tiba-tiba datang setelahnya."Lucas! Bersuaralah ... tolong," bisik Madeleine pelan.Tanpa sadar, air mata menetes di pipinya. Sudut matanya terasa perih dan panas. Saat auman itu benar-benar menghilang, Madeleine terpaku. Ia benci keheningan ini. Keheningan yang seolah membawa kabar buruk."Lucas!" serunya tertahan, jemarinya mencengkeram dinding lubang dengan panik. Tepat sebelum ia sempat memanjat lebih jauh, sebuah bayangan muncul di bibir lub
Read more