Sudah dua hari berlalu sejak Sera kembali ke Jayakarta, dan selama itu pula, Sera tidak melihat batang hidung Rendra. Setelah kepulangan mereka dari Turi, Rendra seolah ditelan bumi, pria itu tidak langsung kembali ke istana. Sera tahu Rendra pasti langsung terjun mengerjakan urusan lain yang mendesak.Sera duduk membatu di tepi ranjang kamarnya yang luas. Cahaya matahari pagi menyelinap terang dari balik tirai, namun gairah hidup di wajah Sera nampak redup. Jemarinya menggenggam ponsel, matanya terpaku pada baris kalimat singkat di layar yang dikirim Rendra dua hari lalu.[Apa kamu baik-baik saja?]Pesan itu masih menggantung, tak tersentuh balasan. Sera sempat mengetik beberapa kata kemarin, namun ia menghapusnya kembali. Kini, ia merasa sudah terlalu lama untuk memberikan jawaban.Sera mengembuskan napas panjang, sambil menggenggam erat ponselnya, ia beranjak dari ranjang. Ia turun ke lantai bawah dengan langkah gontai. Di teras, ia berpapasan dengan pelayan istana."Aku mau pergi
Dernière mise à jour : 2026-03-14 Read More