Melihatku berdiri kikuk di tempat, Shinta menarik tanganku, langsung menyeretku ke tepi ranjang. Dia mendorongku duduk perlahan, lalu duduk mengangkang di atas pahaku. Kedua tangannya melingkar di leherku."Jangan tegang, aku yang akan mengajarimu." Dia membuka tutup krim, mengoleskan sedikit dengan ujung jarinya, lalu menaruhnya di dekat bibirku."Ayo, buka mulut." Ujung jarinya menyapu lembut lidahku. Rasa manis krim meledak di indra perasaku, bercampur dengan aroma tubuhnya.Jelas terasa suhu di antara kami terus memanas. Aku menggenggam jarinya, memakan krim di atasnya dengan rakus. Ujung lidahku melilit ujung jarinya. Dia terkekeh pelan dan berbisik, "Pintar."Setelah itu, dia melepas stokingnya dan menaruhnya di wajahku. "Sebetulnya aku sudah lama tahu kamu suka stokingku. Kamu sering mencuri yang sudah aku cuci. Rasanya nyaman, 'kan?"Wajahku langsung memerah. Aku menggaruk bagian belakang kepalaku. "Awalnya sih terasa menegangkan, tapi lama-lama jadi hambar. Cuma bau deterjen,
Baca selengkapnya