“Oh gak, Tan. Kebetulan pesanan sedang kosong. Kenapa, Tan?” Seketika Bara merasa heran. Namun ada semacam riak senang dalam hatinya. Suara itu adalah suara wanita yang selalu merdu merayu dalam telinganya. “Oh gitu? Oh ya, gimana jambunya? Manis gak?” Suaranya Tante Liana terdengar akrab dan begitu indah dalam lorong telinga Bara. “Oh, kebetulan aku belum sempat memakannya, Tan. Baru keluar dari kamar mandi soalnya. Tapi dari warnanya yang merah menyala, sepertinya enak dan manis sih, Tan,” sahut Bara mencoba untuk berakrab-akrab ria. “Oh gitu? Nanti kalau Dik Bara merasakannya, bilang ke Tante, ya? Kalau enak dan manis, Tante akan petik juga.” “Baik, Tan. Memang Tante belum pernah ya merasakan jambu itu?” “Belum, Dik Bara. Soalnya Tante tidak menyukai buah yang ada kecutnya.” “Oh gitu. Iya deh, ntar kalau saya sudah merasakannya saya akan kasih tau Tante.” “Ok, Dik Bara.” Sebenarnya, saat itu Tante Liana sedang gelisah m
Mehr lesen