Lalu dokter berlutut. "Semoga Yang Mulia beristirahat dengan damai."Semua yang ada di kamar berlutut. Termasuk Lincoln. Termasuk aku.Hanya Dillard yang masih berdiri. Menatap wajah Raja yang sudah damai."Maafkan aku, Yang Mulia," bisiknya akhirnya. "Tapi aku tidak bisa maafkan mu. Tidak untuk ayahku. Tidak untuk semua yang hilang."Dia mundur selangkah."Tapi aku janji aku akan jaga kerajaan mu. Sementara. Sampai Duke Theodore tiba. Karena rakyat tidak bersalah atas dosamu."Dia berbalik. Jalan keluar kamar.Aku berdiri. Ikuti dia.Di koridor dia berhenti. Bersandar di dinding. Tutup wajah dengan tangan."Dillard—""Dia mati," bisiknya. "Raja mati. Dan aku… aku tidak merasa apa-apa. Tidak lega. Tidak senang. Hanya—kosong."Aku peluk dia. Erat."Kau boleh merasa kosong. Kau boleh tidak tahu harus merasa apa. Ini normal.""Aku pikir… aku pikir saat kebenaran keluar aku akan merasa lebih baik. Aku selalu berdoa semua orang yang menyebabkan kematian Ayahku, mati. Ini seharusnya jadi ha
Last Updated : 2026-03-12 Read more