Sore itu, gumpalan salju mulai turun dengan lebih rapat, menutupi jalanan berbatu yang menuju ke jantung Kastil Eisenhardt. Di tengah kesunyian Utara yang menggigit, gemerincing lonceng dari kereta-kereta kuda mewah mulai terdengar. Dua kereta kuda dengan lambang keluarga Astra berhenti tepat di halaman megah kastil. Kereta pertama, yang berhias ukiran emas paling rumit, mengangkut Demarcus von Astrea dan istrinya, Lilian. Suasana di dalam kabin kereta itu jauh lebih dingin daripada udara di luar sana. Demarcus duduk tegak, tangannya mencengkeram tongkat kayu ebony dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya menatap tajam ke arah dinding batu kastil yang kokoh, seolah ingin meruntuhkannya hanya dengan tatapan mata. "Kau yakin tetap ingin memberikan mereka restu, Demarcus?" bisik Lilian pelan. Suaranya bergetar, antara rasa cemas dan dingin yang menembus mantel bulunya. "Para bangsawan sudah berkumpul. Jika kau menunjukkan penolakanmu secara terang-terangan...
最終更新日 : 2026-05-06 続きを読む