Luo Ming berdiri di tepi jendela beberapa saat, matanya masih mengamati sekeliling dengan waspada. Tapi tidak ada tanda-tanda keanehan.Akhirnya, dengan menghela napas, Luo Ming berbalik dan meninggalkan kamar kakaknya. Pintu tertutup dengan bunyi pelan.Di belakang bangunan, di antara semak-semak yang rimbun, Zhu Pei menahan napas. Tubuhnya membeku tak bergerak, menyembunyikan energi qi-nya sekecil mungkin hingga hampir tak terdeteksi.Zhu Pei menghitung dalam hati, detik demi detik, memastikan Luo Ming sudah pergi cukup jauh. Setelah merasa aman, ia perlahan merangkak keluar dari persembunyiannya.'Aku harus memberitahu hal ini pada Zhang Liu,' pikirnya mantap. Entah kenapa, meski sebenarnya bukan urusannya, Zhu Pei ingin Zhang Liu mengetahui hal ini.Dengan satu lompatan, Zhu Pei melesat melewati tembok pembatas setinggi tiga meter dan tiba di sebuah taman belakang yang luas.Taman itu sepi, jauh dari jalan utama. Tidak ada pelayan atau penjaga yang lalu lalang. Hanya bunga-bunga w
Magbasa pa