" Gue ikut seneng loh kalo liat kalian ber tiga bisa akur gini ,pasti kalian udah ber damai sama keadaan ya? " " Jaga mulut lo Frelya ,sebelum gue kasih pelajaran ke lo " gertak Dhipta " Apa sih? Gue ga ngomong apa - apa loh barusan. Yaudah kalo gue ga boleh gabung ,ga masalah ,ga usah pake marah - marah. Gue juga mau cabut kok. Oh ya ,Varesh hati - hati ya. Jangan lupa inget pesen gue waktu itu. Cross check semua nya dulu ,okaiii. Bye gais " aku melihat senyuman licik dari wajah Frelya yang sambil melambaikan tangan nya ke arah kami ber tiga. Aku bahkan tidak bisa ber kata apa pun lagi ,jantung ku ber detak sangat kencang ,tangan ku mulai gemetar. " Dasar cewe gila ,cewe sakit lo! " teriak ku , " Kenapa? Kalian tuh sebener nya kenapa sih sama Frelya? Ada apa? Apa kalian berantem sama Frelya? " tanya Varesh yang terlihat kebingungan " Engga ,ga ada apa - apa Resh. Emang dasar nya dia suka cari masalah aja ,ga usah di pikirin. Kita kan mau heve fun ,udah biarin " sahut Dhipta
Baca selengkapnya