Setelah mandi dan sarapan kilat, Ray segera bersiap. Hari ini mereka harus kembali ke rumah mereka sendiri. Bus menjadi pilihan paling realistis, meski Ray tahu itu bukan ide yang bagus mengingat Alea baru sembuh. Tetapi, apa boleh buat? Ia harus berhemat.Ray hanya bisa menghela napas panjang saat melihat kondisi bus yang menuju ke arah rumah mereka."Aduh, penuh sekali. Biarkan aku yang menggendong Alea," kata Ray. Tanpa menunggu jawaban Ghea, ia segera menyambar Alea ke dalam gendongannya. Selain agar Alea aman, hal ini dilakukan agar Ghea bisa memegang handle grip dengan leluasa tanpa terganggu beban tambahan.Ghea hanya diam membisu saat mengikuti langkah Ray masuk ke dalam bus. Tangan kirinya mencengkeram tas besar berisi pakaian, sementara tangan kanannya meraba-raba besi di langit-langit bus, mencari pegangan. Tetapi, ternyata tidak ada yang tersisa untuknya.Ray melirik ke arah Ghea dan menundukkan kepala, berbisik di telinga perempuan itu, "Ghea, kamu bersandar saja padaku.
Baca selengkapnya